Perlambatan ekonomi global 2024 juga akan berdampak pada kinerja investasi. Pelemahan ekspor barang-barang manufaktur berpotensi menahan ekspansi usaha industri yang berorientasi ekspor. Sementara itu, industri manukfatur yang berorientasi pasar domestik diperkirakan masih akan tetap ekspansif.
Di balik semua tantangan itu, hilirisasi diperkirakan mampu menahan perlambatan investasi di tahun politik. Menurut Faisal minat investor untuk berinvestasi di sektor hilirisasi semakin meningkat dan akan terus berlanjut di 2024 ini.
Harapannya, momentum pemulihan ekonomi yang sudah terlihat sejak 2022 berlanjut. Stimulasi daya beli ini bisa dilakukan melalui kebijakan relaksasi moneter.
Meski begitu, mengingat masih tingginya inflasi di negara-negara maju, membuat bank sentral, khususnya The Fed masih akan melanjutkan kenaikan suku bunga, setidaknya dua kali lagi hingga akhir tahun ini. (*)
Artikel ‘Genjot Pemulihan Ekonomi Demi Menghadapi Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi 2024’ merupakan sumbangan tulisan dari Lili Naluria.
Penulis merupakan mahasiswa Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi di Universitas Islam Malang.













