Pada 2024 diperkirakan krisis properti di China masih akan berlanjut. Sementara 25%-30% PDB negara tirai bambu ini ditopang oleh sektor properti.
“Sedangkan perekonomian China, menyumbang 40% dari PDB global. Ekonomi dunia pasti akan turut terdampak. Terlebih lagi Indonesia sebagai mitra dagang utama China baik dari sisi ekspor maupun impor,” tutur Faisal.

Faktor signifikan lainnya adalah berlanjutnya tren penurunan harga komoditas primer andalan Indonesia seiring melemahnya perekonomian global. Sehingga turut melemahkan kontribusi ekspor terhadap PDB.
Proses hilirisasi di sektor pertambangan, yang telah meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia, diperkirakan masih akan memberikan dampak positif dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam kurun waktu 12 tahun, rata-rata pangsa pasar ekspor Indonesia mencapai 75%, terfokus pada 13 negara tujuan utama, di mana 62% di antaranya berada pada pasar China, Amerika Serikat, Jepang, Singapura, India, dan Malaysia. Ketergantungan yang tinggi pada ekspor ke satu negara dan produk tertentu menjadikan kinerja perdagangan rentan terhadap guncangan eksternal.
“Yang perlu diwaspadai adalah ketergantungan ekspor yg besar ke China. Sementara ekspor ke negara-negara nontradisional hanya 6%, di bawah China dan India,” ungkap Faisal.
Di sisi domestik, konsumsi rumah tangga diperkirakan relatif stabil namun cenderung melemah marjinal. Potensi menurunnya upah riil kelompok menengah akibat pelemahan aktivitas ekonomi di sektor-sektor penyerap banyak tenaga kerja seperti manufaktur, pertanian, dan perdagangan sebagai imbas penurunan permintaan dari negara mitra dagang utama yaitu China dapat memperlambat konsumsi kelas menengah tersebut.

Sementara itu, pengeluaran terkait pesta demokrasi diperkirakan akan memberikan dampak sesaat terhadap konsumsi domestik. CORE Indonesia memprediksi pemilu akan berkontribusi sebesar Rp294,5 triliun terhadap PDB.
Dari sisi investasi, CORE memproyeksi para investor cenderung akan wait and see hingga ada kepastian hasil penyelenggaraan pemilu, sehingga arus masuk investasi baru akan cenderung tertahan setidaknya hingga tiga kuartal pertama tahun depan.
Namun, investasi untuk peningkatan kapasitas produksi usaha yang telah eksis, seperti di sektor industri manufaktur dan jasa-jasa diperkirakan relatif tidak akan terpengaruh oleh kontestasi politik.













