TIM MAHASISWA ITS KEMBANGKAN INOVASI BIOSENSOR DETEKSI GANGGUAN NEUROLOGIS

Tak hanya itu, adanya lampu LED mampu mengontrol intensitas cahaya yang masuk ke kamera yang terhubung pada NeuroCube ini sendiri.

Menariknya lagi, NeuroCube juga dilengkapi LCD touch screen untuk mengoperasikan seluruh proses deteksi senyawa dan prediksi gangguan neurologis dalam Graphical User Interface (GUI) sederhana.

Annisa menyampaikan bahwa inovasi ini memiliki nilai tambah berupa potensi penggunaan teknologi biosensor dan machine learning sebagai pendeteksi risiko penyakit.

“NeuroCube yang kami kembangkan dapat menghasilkan analisis lebih lanjut dan memungkinkan pengembangan deteksi penyakit lain selain gangguan neurologis,” ungkapnya.

Annisa bersama timnya berharap agar NeuroCube dapat terus berkembang hingga mampu menjadi alat pendeteksi multipleks atau kemampuan mendeteksi lebih dari satu penyakit sekaligus. Dia juga berharap agar kesadaran akan potensi biosensor ini dapat meningkat di masyarakat Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Purwarupa NeuroCube
DILENGKAPI LCD TOUCH SCREEN. Purwarupa NeuroCube, inovasi biosensor berbasis machine learning karya tim mahasiswa ITS. Foto: Ist/HumITS

Atas inovasi yang gemilang tersebut, tim yang dibimbing langsung oleh Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ini juga telah berhasil menyabet medali emas pada kategori presentasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC).

“Ke depannya, kami ingin inovasi ini dapat terus berkembang dalam memperluas kemampuan diagnosis penyakit lebih banyak lagi,” pungkas Annisa penuh harap. (*)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *