SIARINDOMEDIA.COM – Selain bangunan dan warga sipil, serangan udara Israel juga terus menerus menargetkan para jurnalis yang mewartakan peristiwa di Gaza. Terbaru, Israel mengebom mobil yang membawa dua jurnalis, salah satunya putra dari Kepala Biro Al Jazeera di Gaza, Wael Dahdouh, Minggu (7/1/2024). Hamza tewas saat menjalankan tugas sebagai jurnalis.
Hamza, putra sulung Wael Dahdouh, terbunuh akibat serangan Israel di sisi barat Khan Younis, Gaza. Bersamanya juga tewas sesama jurnalis, Mustafa Thuraya. Sementara penumpang lainnya, Hazem Rajab, terluka parah.
Mereka bertiga mengendarai mobil menuju al-Mawasi, wilayah yang seharusnya aman di Gaza, untuk mewawancarai warga yang kehilangan tempat tinggal mereka akibat pemboman sebelumnya.
Again!!
Isreal deliberately targeted Hamza Al Dahdoh with airstrike, and he fell martyr with his colleague.
Hamza is another victim in the family of Wael Al Dahdoh.
Just another war crime added to the long list
Now the pigs of DOS will just say: we need an investigation. #Gaza pic.twitter.com/pWdgPEBs50— Taha (@Taharashwan1) January 7, 2024
Seperti ayahnya, Hamza (27) adalah seorang jurnalis. Begitu pula dengan Mustafa yang usianya sepantaran dengan Hamza.
Wael Dahdouh di pemakaman putranya mengatakan dirinya hanyalah salah satu dari sekian banyak warga Gaza yang setiap hari harus menanggung kesedihan kehilangan orang-orang yang mereka cintai.
Tampak sedih dan pasrah, dia menegaskan akan tetap teguh dengan profesinya untuk melaporkan kepada dunia apa yang terjadi di Gaza.
Kepedihan yang dirasakan Wael Dahdouh akibat konflik Israel-Hamas kali ini sangatlah luar biasa. Pada 25 Oktober 2023, serangan Israel menghancurkan tempat anak istrinya berlindung di kamp pengungsi Nuseirat.
Istrinya, Amma, anak laki-lakinya Mahmoud (15), anak perempuannya Sham (7), dan cucunya Adam yang masih berusia 1 tahun, tewas dalam serangan Israel tersebut.

Kesedihan tak kalah hebat juga dirasakan Hamza, sang putra sulung. Kepergian orang-orang yang dikasihinya membuat makin termotivasi untuk bekerja meliput perang di Gaza. Hingga akhirnya rudal Israel mengakhiri hidupnya. Hamza syahid menyusul ibu dan saudara-saudara kandungnya.













