SIARINDOMEDIA.COM – Puluhan produk inovasi dan karya wirausaha besutan civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma) digelar dalam event yang bertajuk Pameran Karya Wirausaha dan Inovasi.
Ada berbagai macam jenis produk yang disuguhkan dalam event rutinan Unisma tersebut, mulai dari makanan fashion hingga agency.
Ada salah satu jasa milik Dosen Unisma yang cukup menarik untuk diulas dalam kesempatan ini. Yaitu event organizer milik Ir. Abdul Muta’ali, M.MT., dosen Fakultas Teknik Prodi Teknik Elektro Unisma.
“EO ini didirikan pada tanggal 17 Agustus 2019. Jadi sejauh ini kurang lebih 4 tahun berjalan,” terang Ali, Commissioner PT Citraloka Arya Paradewa kepada Siarindo Media saat dijumpai di sela-sela event.
Usia bisnisnya masih cukup muda, belum genap satu dekade. Namun klien atau customer yang menggunakan jasanya sudah di level nasional, sebut saja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.
“Yang terbaru adalah kita diminta oleh KPU pusat untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan dalam rangka pengawasan fungsi alat peraga Pemilu,” ungkapnya.
“Ini sudah berjalan satu bulan. Dan bulan depan masih meminta kepada kita untuk mengakomodasi pembelian tiket, penginapan hotel mereka (KPU RI),” imbuhnya.

Lebih lanjut, dosen yang mengajar di Unisma sejak tahun 2020 tersebut menambahkan, bahwa hari ini, Jum’at (29/12/2023), timnya sedang melayani kurang lebih 70 turis asing dari Rumania yang sedang berlibur di Bromo.
Di lain sisi, agency besutan Ali tersebut tidak hanya memberikan jasa Mice saja, melainkan juga pelayanan transportasi dan akomodasi traveler hingga advertising branding.
Ali menilai, event yang digagas oleh Unisma ini merupakan langkah konkrit dan wadah bagi para civitas akademika Unisma untuk mengeksplor potensi yang dimiliki para dosen dan mahasiswa dalam bidang Entrepreneurship.
“Seharusnya mahasiswa harus bisa memanfaatkan kesempatan ini. Karena zaman sekarang yang serba canggih semua bisa dijadikan ide untuk berbisnis,” ucap Commissioner PT Citraloka Arya Paradewa itu.
“Yang penting para mahasiswa mau dan tidak pantang menyerah,” tambahnya.

Ali berharap para mahasiswa berani membuat terobosan atau produk yang kelak bisa menjadi kebanggaan baik buat dirinya pribadi ataupun Unisma.
“Memang para mahasiswa yang mengambil kelas Wirausaha ini dipaksa untuk menghasilkan produk yang bisa dijual. Itu salah satu spirit agar mereka bisa bersaing di dunia yang semakin maju ini,” ujar Ali.
“Kuncinya harus terus maju, tidak boleh mundur. Karena jika mundur, maka kita akan kalah dengan orang-orang di luar sana,” tutupnya.














