SIARINDOMEDIA.COM – Perwakilan Formatur Gerakan Aremania Satu, Sam Nanang KKO bersama Sam Dian Konclok dan Sam Ipung Sumpil mengungkapkan bahwa Gerakan Aremania Satu akan dilanjutkan pasca gelaran Pilpres 2024. Hal tersebut menghindari tudingan negatif kepada para Aremania yang hendak bersatu dan memperkuat solidaritas kembali.
“Begini, Mas. Kita kemarin sepakat pergerakan ini berhenti dan berlanjut lagi setelah Pilpres,” ucap Sam Ipung kepada Direktur Siarindo Media dalam kesempatan bincang santai di kantor Siarindo Media, Kamis (28/12/2023).
“Untuk menangkal itu semua (tudingan ditunggangi). Dan itu (gerakan dilanjutkan setelah Pilpres) permintaan semua Aremania,” sambungnya.
Lebih lanjut, pria yang tinggal di Sumpil, Kota Malang tersebut menegaskan, bahwa Gerakan Aremania Satu ini murni bertujuan untuk menyatukan pendukung sepak bola Malang Raya. Tidak ada tujuan lain apalagi untuk kepentingan Pemilu.
“Dengan niatan hati yang tulus biar bagaimana teman-teman ini bisa rukun lagi. Intinya cuma itu saja,” ungkap Ipung.
Di lain sisi, Sam Dian Konclok mengungkapkan bahwa tudingan perihal penunggangan oleh oknum partai politik dalam gerakan ini, merupakan hal yang harus siap diterima oleh para penggerak itu sendiri.
“Emang dengan adanya acara ini. Kita juga sudah nge-share di mana-mana. Terus kemudian ada indikasi ditunggangi oleh partai politik tertentu, itu tidak. Ya itu kebetulan momen (Pemilu) aja,” ucap Sam Dian.
“Kalau kita menunggu A B C D sedangkan kita atau orang-orang sudah punya greget sekarang, nanti kalau ndak jalan malah tertunda terus,” imbuhnya.

Lebih jauh lagi, perwakilan Formatur Penggerak Aremania Satu, Sam Nanang KKO malam kesempatan ini menuturkan banyak terkait sejarah berdirinya dan perjalanan Aremania itu sendiri.
“Makanya pertemuan awal (Gerakan Aremania Satu) kenapa kok di Stadion Gajayana, Mas. Karena kita kembalikan ke masa kejayaan kita (Arema) dulu,” ucap Nanang.
“Setiap ada permasalahan Aremania, maka yang bisa menyelesaikan itu ya Aremania sendiri; dengan cara Aremania dan di kandang Aremania (Gajayana),” pungkasnya.














