SIARINDOMEDIA.COM – Dalam kesempatan mengisi pengajian bersama 1000 Kiai Kampung se-Malang dan sekitarnya, Rabu (27/12/2023), Gus Miftah membeberkan alasan Prabowo mengalami kekalahan di dua Pilpres secara beruntun.
“Suatu saat saya berbicara dengan Pak Prabowo Subianto atas alasan saya kenapa saya harus mendukung beliau,” ucap Pengasuh Ponpes Ora Aji tersebut.
“Yang pertama, Bapak-bapak. Saya bilang kepada beliau; ‘Mas Prabowo, ternyata ada sekian hikmah kenapa Pak Prabowo tidak terpilih menjadi presiden tahun 2014 (dan) 2019’,” sambungnya.
Gus Miftah menilai pada dua kali perhelatan Pilpres tersebut, Prabowo dikelilingi oleh orang-orang Islam konservatif atau Islam garis keras.
“Waktu itu Pak Prabowo circle-nya dikelilingi oleh orang-orang keras. Islam-islam yang justru tidak menggambarkan, menurut saya, rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Bagi Gus Miftah, masyarakat Indonesia kurang cocok jika dipimpin oleh orang-orang yang menerapkan konsep Islam konservatif. Putra ke-9 Kiai Muhammad Ageng Besari tersebut memberikan contoh keistimewaan pulau Bali.
Di mana pulau tersebut dengan segala keindahannya tetap bisa dinikmati oleh masyarakat seluruh dunia tentu dengan menggunakan konsep pemerintah rahmatan lil alamin.
“Coba Anda bayangkan, pulau seindah Bali yang kita lihat hari ini. Kemudian di dalamnya mayoritas umat Islam keras. Kira-kira Bali bisa semaju seperti saat ini atau tidak?” kata pendakwah berusia 42 tahun tersebut.
“Saya yakin tidak bisa. Kenapa? Bayangkan ketika masuk di Pantai Kuta banyak bule-bule yang, mohon maaf, pakaiannya terbuka. Kemudian kita teriak takbir ‘Allahu Akbar’ kira-kira bule-bule itu bubar atau enggak?” sambungnya.
Dengan demikian, Gus Miftah berharap, melalui dukungan para ulama-ulama Islam moderat seperti Habib Luthfi, Prabowo bersama Gibran dapat memenangkan Pilpres tahun ini.














