SIARINDOMEDIA.COM – Pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur bertempat di GOR Bola Basket Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Sabtu (23/12/2023). Dalam Muskerwil tersebut, juga dilakukan pelantikan 180 pengurus baru.
Tidak kurang 700 tamu undangan hadir ikut memeriahkan acara pelantikan yang terdiri dari berbagai Pengurus Cabang ISNU Kabupaten dan Kota Jawa Timur.
Selain itu tampak hadir pula tamu VIP Wakil Presiden RI Dr. KH Ma’ruf Amin didampingi istri, mantan Mendikbud Muhammad Nuh, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Ketua PP ISNU Prof. Dr. KH Masykur Ali Musa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran pimpinan daerah Jawa Timur.
Dalam sambutannya ketua PW ISNU Jawa Timur Prof. H. M. Mas’ud Sa’id menyampaikan bahwasanya jumlah pengurus dilantik pada acara tersebut sebanyak 180 orang terdiri dari cendekiawan, akademisi, dan pengurus pondok pesantren ternama di Jawa Timur.
“Pengembangan organisasi bukanlah individual development tapi institusional development,” tutur ketua PW ISNU Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut juga digelar launching buku yang ditulis oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan judul ‘No One Left Behind’. Buku yang menceritakan tentang pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Wakil Presiden RI Dr KH. Ma’ruf Amin pada sambutannya menyampaikan NU adalah organisasi terbesar sedunia, sehingga ada tanggung jawab besar keumatan yang perlu dilakukan NU.
“NU membangun paham kontekstual bukan tekstual di berbagai forum untuk membantu menjawab persoalan umat. NU membangun gerakan moderat yang melindungi umat, itu yang disebut faham ahlisunnah waljamaah, prinsip NU hubbul wathon minal iman, mengorbankan jiwanya demi tanah,” jelasnya.
“Persoalan global yang berdampak pada kehidupan bangsa-bangsa: perang, perubahan iklim, pandemi covid 19, pesatnya kemajuan teknologi (teknologi dan kecerdasan buatan). Tantangan: pemerintahan, kehidupan sosial dan ekonomi terus terselenggara dan bertumbuh di tengah kompleksitas isu global. NU harus mengambil peran, berkontribusi besar untuk mewujudkan Indonesia emas 2045,”pungkasnya.














