SIARINDOMEDIA.COM – Penganiayaan sopir truk pengangkut CPO kelapa sawit yang dilakukan ajudan Bupati Kutai Barat, Kalimantan Timur, berbuntut panjang. Hal ini akibat peristiwa itu direkam salah seorang warga dan diunggah ke media sosial.
Video tersebut sempat trending topik di x.com dan mengundang kecaman keras netizen.
Selain ramai-ramai menghujat Bupati Kubar, netizen juga men-tag akun-akun institusi kepolisian dan sejumlah lembaga negara untuk merespon tindakan yang dinilai semena-mena terhadap sopir truk.
Ini sudah termasuk penganiayaan BERAT mohon tindakan tegas kepada yang bersangkutan @DivHumas_Polri @Poldakaltim !
Percuma ngadu Ke Pak Tito @kemendagri Mereka lagi sibuk kampanye
Aksi Brutal Ajudan Bupati Kutai Barat Aniaya Sopir Truk di Jalan Raya
Seorang ajudan bupati… pic.twitter.com/7mAyA8q3Rt
— Ary Prasetyo (@Aryprasetyo85) December 21, 2023
Polda Kalimantan Timur (Kaltim) membenarkan peristiwa penganiayaan sopir truk pengangkut CPO kelapa sawit yang sempat viral di media sosial. Namun pihak Polda Kaltim masih menunggu laporan resmi dari korban penganiayaan.
Karena pelaku penganiayaan adalah oknum anggota TNI, maka penanganan tindak lanjutnya diserahkan ke Kodim.
“Kalau korban belum ada laporan ke Polres, tapi diduga ajudan bupati tersebut adalah oknum TNI, jadi penanganan sementara ke Dandim dan Kodim,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kamis (21/12/2023).
Sementara itu, dalam klarifikasinya usai kejadian yang viral di media sosial tersebut, Bupati Kutai Barat, FX Yapan, mengatakan pemukulan itu terjadi karena sopir truk tak memberi jalan rombongannya lewat. Malah si sopir seolah sengaja memepetkan kendaraannya ke mobil bupati sehingga bisa membahayakan pengguna jalan lain.
FX Yapan menambahkan, sopir truk yang mengemudikan kendaraannya secara sembrono sering terjadi di daerahnya dan bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.
Namun demikian, orang nomor satu di Kutai Barat itu tidak menjelaskan lebih lanjut apakah insiden penganiayaan itu atas perintahnya langsung atau murni inisiatif sang ajudan karena kesal dengan tindakan sopir truk yang menghalangi rombongan bupati melintas. (*)













