SIARINDOMEDIA.COM – Dalam agenda audiensi di kantor Balai Kota Malang, Jum’at (15/12/2023), Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberi apresiasi pada produk karya para mahasantri Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang.
“Saya sangat mengapresiasi produk teman-teman santri Al-Hikam Malang ini. Saya berharap produk-produk santri ini juga memberikan dampak positif kepada masyarakat dan perekonomian di Kota Malang,” kata PJ Walikota Malang, Wahyu Hidayat.
Selain itu, mantan Sekda Kabupaten Malang tersebut juga memberikan pesan kepada para santri agar dapat bekerja sama dengan UMKM-UMKM di Kota Malang untuk memproduksi dan memasarkan produk-produknya.
Dia juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus meningkatkan inovasi produk-produk yang dibuat oleh santri Pesma Al-Hikam Malang.
Dalam kesempatan ini, Rafi Achmad Mazin, Ketua Satgas Kalender Al-Hikam Malang menyampaikan, bahwa proses pembuatan kalender 2024 ini melibatkan mahasantri dari berbagai jurusan yang sedang menjalani studi di Kota Malang.
“Kami diberikan kepercayaan dari pesantren untuk mendesain kalender Al-Hikam 2024 Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang. Konsep kalender yang diusung adalah mengenalkan dan memperkuat lembaga Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang,” ucap mahasantri yang kuliah di Universitas Negeri Malang tersebut.

Di lain sisi, Wakil Kepala Bidang Kesantrian Pesma Al-Hikam Malang, Gus Febri menyampaikan bahwa kedatangannya bersama para santri adalah ingin menyerahkan salah satu produk buatan mahasantri Al-Hikam Malang.
“Di Al-Hikam Malang terdapat unit santripreneur yang mewadahi dan menampung produk-produk buatan santri, salah satunya adalah kalender. Selain kalender, santri juga mendesain dan menjual kaos, mug, gantungan kunci, sarung, dan sebagainya,” terangnya
“Dengan adanya unit santripreneur diharapkan santri memiliki jiwa entrepreneur dan kemandirian dengan usaha atau bisnis yang dijalankan oleh santri,” sambungnya.
Sementara itu, Adjie Sumantri, Ketua Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang (OSPAM) juga menyampaikan, bahwa OSPAM ingin memberdayakan santri melalui potensi-potensi yang dimiliki oleh para santri melalui salah satu unit, yaitu santripreneur Al-Hikam Malang.
“Ke depan, para santri dapat menghidupkan dan menghidupi kegiatan-kegiatan santri melalui santripreneur dengan spirit kemandirian santri,” tutup Adjie, santri yang juga merupakan mahasiswa di Universitas Brawijaya.
Tambahan informasi, sebelumnya, ada dua istilah yang dikenal di kalangan STAIMA Malang, yaitu santri “Pesma” atau santri yang mukim di pondok namun berkuliah di luar pesantren dan istilah santri “Mahad Aly” atau santri yang mukim dan berkuliah di STAIMA Malang.
Namun pada tahun 2023 kedua istilah tersebut dilebur menjadi satu. yaitu “Pesma”. dengan harapan akan terwujud integrasi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang akan membentuk dan menciptakan “Learning Society” di tengah-tengah kehidupan pesantren dan masyarakat














