MAHASANTRI MA’HAD ALY AL-HIKAM MALANG GELAR AUDIENSI BERSAMA PJ WALI KOTA MALANG

(PEMAPARAN PROGRAM-PROGRAM SANTRI PESMA AL-HIKAM MALANG)

SIARINDOMEDIA.COM – Sebanyak dua belas Mahasantri Pesantren Mahasiswa (Pesma) Al-Hikam Malang dengan mengenakan jas almamater Pesma Al-Hikam Malang menggelar audiensi di kantor Balai Kota Malang pada Jumat pekan lalu.

Kedatangan mereka diterima oleh PJ Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang dan Kepala Dinas Kominfo (Kadiskominfo) Kota Malang.

Dalam kesempatan ini, Wakil Kepala Bidang Kesantrian Pesma Al-Hikam Malang, Gus Febri menyampaikan, bahwa kedatangannya bersama para santri adalah ingin menyambung silaturahim antara Pesma Al-Hikam Malang dengan pemerintah Kota Malang.

“Kami perlu menjalin dan membuka kerja sama, kolaborasi, dan sinergi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah Kota Malang sebagai mitra dalam kegiatan-kegiatan bidang kesantrian Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ke depannya,” kata Gus Febri.

Sementara itu, Adjie Sumantri, Ketua Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang (OSPAM) menyampaikan, bahwa kehadirannya dengan sahabat-sahabat santri yang lain adalah ingin menyampaikan kepada pemerintah Kota Malang berkaitan tentang kegiatan-kegiatan dan prestasi-prestasi santri Pesma Al-Hikam Malang selama ini.

“Kami bersama-sama santri telah melakukan beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan potensi santri yang terdiri atas berbagai jurusan yang kuliah di perguruan tinggi di Kota Malang,” kata santri yang juga merupakan mahasiswa jurusan ekonomi di Universitas Brawijaya tersebut.

Salah satu kegiatan yang dimaksud adalah Festival Ilmiah Santri yang akan diadakan pertama kali di Pesma Al-Hikam Malang.

Muhammad Daniel Fatihurrahman, Ketua Panitia Festival Ilmiah Santri Pesma Al-Hikam Malang menyampaikan, bahwa kegiatan Festival Ilmiah Santri merupakan kegiatan atau wadah pertukaran ide dan gagasan antara santri dengan siswa, mahasiswa, peneliti, ilmuwan, dosen dan praktisi yang membahas topik-topik tertentu dalam sebuah forum atau pertemuan ilmiah.

“Kegiatan ini diadakan bertujuan untuk menampung, mendiskusikan, dan merekomendasikan hasil karya, pemikiran, dan diskusi ilmiah yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi atau bahan pertimbangan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang agama, agrokompleks, ekonomi, bisnis, administrasi, sosial, hukum, humaniora, sains dan teknologi”, terang Daniel.

Di lain sisi, salah satu Mahasantri putri menambahkan, bahwa event ini juga menjadi ajang pembelajaran para santri Pesma Al-Hikam Malang dalam mengorganisir sebuah agenda.

“Kegiatan ini juga melatih santri dalam mengelola acara dan menghormati tamu dari seluruh penjuru Indonesia yang akan hadir di Al-Hikam Malang,” ujar Alma, salah satu santri putri yang merupakan mahasiswi di STAIMA Al-Hikam Malang.

Di lain sisi, Wahyu Hidayat mengapresiasi program positif yang dicanangkan para santri Almaghfurllah KH. Hasyim Muzadi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Festival Ilmiah Santri yang diadakan oleh teman-teman santri Al-Hikam Malang ini, saya berharap kegiatan ini juga memberikan dampak positif kepada masyarakat Kota Malang,” kata PJ Wali Kota Malang.

Wahyu Hidayat dan Gus Febri
DUKUNGAN PEMKOT MALANG. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (kiri) bersama Wakil Kepala Bidang Kesantrian Pesma Al-Hikam Malang, Gus Febri. Foto: Ist

Dia juga memberikan pesan kepada para santri agar dapat membahas isu-isu penting di Kota Malang dan memberikan rekomendasi berupa solusi yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan pemerintah Kota Malang.

“Setiap hari Kamis, saya mencanangkan Kamis Mbois, di mana seluruh pegawai di lingkungan kerja Kota Malang wajib mengenakan produk UMKM di Kota Malang selama bekerja. Saya berharap teman-teman santri Al-Hikam Malang nanti juga bisa mengembangkan bisnis usaha santri yang dapat digunakan oleh santri dan masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, Drs. K.H. Moh. Nafi, Pengasuh Pesma Al-Hikam Malang juga berterimakasih kepada pemerintah Kota Malang dan juga sangat mengapresiasi panitia Festival Ilmiah Santri Pesma Al-Hikam Malang yang berani menyampaikan gagasan di depan  Pj Wali Kota Malang.

“Ya, ini merupakan pengalaman yang berharga bagi santri kami karena diberikan kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan gagasan kegiatan festival ilmiah santri kepada pihak-pihak terkait, salah satunya pemerintah Kota Malang,” tutup Abah Nafi’.

Tambahan informasi, sebelumnya, ada dua istilah yang dikenal di kalangan STAIMA Malang, yaitu santri “Pesma” atau santri yang mukim di pondok namun berkuliah di luar pesantren dan istilah santri “Mahad Aly” atau santri yang mukim dan berkuliah di STAIMA Malang.

Namun pada tahun 2023 kedua istilah tersebut dilebur menjadi satu. yaitu “Pesma”. dengan harapan akan terwujud integrasi antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama yang akan membentuk dan menciptakan “Learning Society” di tengah-tengah kehidupan pesantren dan masyarakat.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *