SIARINDOMEDIA.COM – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Raden Djoni Sujatmoko menilai bahwa keterbukaan anggaran merupakan kunci semangat para atlet dalam mendulang prestasi.
“Keterbukaan anggaran. Kalau tertutup ini yang membuat prasangka macam-macam,” ucap Djoni saat ditanya mengenai treatment dan persiapan para atlet menghadapi Porprov 2025, Selasa pekan lalu.
“Kita satu tahun kemarin sudah sangat terbuka masalah anggaran. Kita buka semua anggarannya ke cabor-cabor,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam kesempatan bincang santai dalam program Speak Up: Terus Terang tersebut, Djoni memaparkan bahwa transparansi pendanaan yang dikelola oleh pengurus KONI semua telah disampaikan ke cabor-cabor.
Upaya tersebut adalah untuk meningkatkan prestasi para atlet semua cabor. Sehingga ukuran yang ditetapkan oleh KONI tidak berdasarkan suka atau tidak suka, melainkan perolehan medali maupun prestasi.
“Jadi anggaran KONI kan untuk meningkatkan, bukan untuk memulai. Tugas memulai itu harus dari cabor,” ungkap Owner NK Cafe tersebut.
“KONI ini mendorong. Jadi anggarannya untuk mendorong cabor yang sudah berjalan. Pembinaannya yang sudah berjalan cukup baik itu kita dorong,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, Kota Malang beserta Kabupaten Malang dan Kota Batu telah ditetapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang ke-9 tahun 2025.
Pekerjaan rumah KONI Kota Malang untuk mempersiapkan diri baik dari segi atlet dan infrastruktur adalah menjadi cukup berat. Mengingat prestasi yang diterima pada Porprov ke-8 jauh dari target yang ditentukan.
Meski demikian, Ketum Djoni tetap optimis bahwa Kota Malang di Porprov Jatim tahun 2025 dapat merangkak naik lagi di posisi dua edisi Porprov sebelumnya, yaitu runner up.













