MAJELIS UMUM PBB SAHKAN RESOLUSI GENCATAN SENJATA DI GAZA

JIKA TERUS NGEYEL, PRESIDEN AS INGATKAN ISRAEL BAKAL KEHILANGAN DUKUNGAN DUNIA

SIARINDOMEDIA.COM – Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan segera, bersifat jangka panjang dan berkelanjutan yang mengarah pada penghentian permusuhan” disahkan dengan dukungan lebih dari tiga perempat anggota PBB.

Dalam pengambilan suara yang dilakukan hari Selasa di Markas Besar PBB di New York, 153 negara mendukung resolusi gencatan senjata di Gaza, 23 abstain dan 10 negara menolak, termasuk Amerika Serikat dan Israel.


AS sendiri pekan lalu memveto resolusi gencatan senjata di Dewan Keamanan (DK) PBB, sekaligus menjadi satu-satunya anggota tetap DK PBB yang menentang penghentian pertempuran di Gaza. Sementara Inggris, anggota DK PBB lainnya, memilih abstain.

Pandangan Global Dukung Gencatan Senjata di Gaza

Kendati resolusi Majelis Umum PBB tersebut tidak mengikat, namun itu bisa menjadi indikator bagaimana opini mayoritas negara di dunia terhadap pembantaian Israel kepada warga Palestina di Gaza.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung rancangan resolusi yang baru saja disahkan,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz Alwasil, dalam pidatonya setelah pemungutan suara.

“Ini mencerminkan posisi internasional yang menyerukan penegakan resolusi ini,” sambungnya.

Sedangkan Duta Besar Mesir untuk PBB, Osama Abdelkhalek, menyebut resolusi tersebut “seimbang dan netral”. Dia menyerukan perlindungan warga sipil dari kedua belah pihak serta segera dilakukan pembebasan semua tawanan.

Voting atau pemungutan suara di Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara, dilakukan di tengah tekanan internasional yang meningkat kepada Israel. Negara zionis itu diminta mengakhiri serangannya yang telah berlangsung lebih dari dua bulan di Gaza.

Selama serangan yang membabi buta tersebut, lebih dari 18.000 warga Palestina terbunuh, sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza juga terpaksa mengungsi.

Apa yang dilakukan militer terhadap warga sipil di Gaza ini pada akhirnya memancing kemarahan global. Bahkan Presiden AS, Joe Biden, yang sebelum resolusi disahkan mengatakan Israel mendapat support dari “sebagian besar dunia”, utamanya AS dan Uni Eropa, mulai bersikap realistis. Apalagi pengeboman terus menerus Israel juga sengaja menargetkan sekolah dan rumah sakit, hal yang bisa menyeret negara itu ke dalam kejahatan perang.

Gaza luluh lantak
ISRAEL MULAI KEHILANGAN DUKUNGAN DUNIA. Kondisi Gaza yang luluh lantak akibat serangan terus menerus Israel yang secara sengaja juga menargetkan warga dan bangunan sipil. Foto: The Strait Times

Dalam acara donor kampanye di Washington, Presiden Biden mengingatkan sekutu dekatnya itu untuk tak lagi ngeyel mengebomi Gaza.

“Mereka (Israel) mulai kehilangan dukungan karena pemboman tanpa pandang bulu (menimbulkan banyak korban warga sipil, red) yang dilakukan,” kata Biden.

Di hadapan para pendukung dana kampanyenya untuk Pilpres AS tahun ini, Presiden berusia 81 tahun itu juga mengkritik kebijakan berlebihan Pemerintah Israel di bawah PM Benyamin Netanyahu dalam menghadapi konflik dengan Hamas di Jalur Gaza.

“Ini adalah pemerintahan paling keras dalam sejarah Israel,” ujarnya.

“Dia (Netanyahu) harus mengubahnya. Pemerintah Israel ini membuat segalanya menjadi sulit,” imbuhnya.

Presiden Biden juga menegaskan bahwa Israel “tidak bisa mengatakan tidak” pada berdirinya negara Palestina. Sesuatu yang sangat ditentang kelompok garis keras Israel, termasuk Pemerintahan Netanyahu. (TON)

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *