SIARINDOMEDIA.COM – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batu bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batu dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu menggelar agenda Penyerahan Sertifikat Wakaf Masjid dan Musala se-Kota Batu. Penyerahan dilakukan di aula Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jl. Sultan Agung, Kota Batu, Rabu (29/11/2023).
Agenda ini dihadiri langsung oleh Asisten I Wali Kota Batu Susetyo Herawan, Kepala Kankemenag Kota Batu H. Machsun Zain, S.Ag., M.Si., Kepala BPN Kota Batu Ir. Haris Suharto, MM., Ketua MUI Kota Batu KH. Abdullah Tohir, Ketua PCNU Kota Batu KH. Takim, Ketua PD Muhammadiyah Kota Batu Tsalis Rifa’i, St., MM. serta para Nadzir dan wakif dari 30 Masjid atau musala penerima sertifikat wakaf se-Kota Batu.
Dalam kesempatan ini, Asisten I Wali Kota Batu menyampaikan salam PJ. Wali Kota Batu Aries Agung Paewai karena berhalangan hadir.
Perwakilan Pemkot Batu tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas usaha diselenggarakannya program ini. Sebab, Susetyo menilai polemik terkait kepemilikan tanah tidak pernah ada ujungnya di Indonesia.
“Terima kasih atas kerja keras dan upaya dari BPN, Kemenag dan BWI atas pengurusan sertifikat tanah wakaf di Kota Batu,” ujar Susetyo dalam sambutannya.
Di sisi lain, Kepala Kankemenag Kota Batu mengutarakan ucapan syukurnya karena bisa bersinergi bersama BPN Kota Batu dan BWI Kota Batu terkait status tanah wakaf masjid dan musala di Kota Batu.
“Alhamdulilah akhirnya sinergi yang baik antara BPN, Kemenag dan BWI hari ini terlihat dengan diserahkannya sertifikat wakaf. Sehingga kepastian tanah wakaf semakin jelas dan dapat kepastian hukum bagi nadzir yang dipercaya mengelola tanah wakaf tersebut,” ucap Machsun dalam sambutannya.
“Jangan sampai aset wakaf diserahkan hanya secara lisan dan saling percaya antara wakkif dan nadzir. Tapi harus dibantu sampai terbitnya sertifikat wakaf. Jangan sampai terulang kembali kejadian aset wakaf ditarik kembali oleh para ahli warisnya karena faktor semakin mahalnya harga tanah dan tidak adanya dokumen wakaf, sehingga terjadi sengketa atas tanah wakaf tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BWI Kota Batu Mohammad Hasin memaparkan, lembaga yang menangani tanah wakaf di Kota Batu tersebut menargetkan ada 30 sertifikat dari 260 total secara keseluruhan. Ke-30 sertifikat itu akan diserahkan kepada pengelola masjid dan musala di Kota Batu.
“BWI sebagai fasilitator pengurusan sertifikasi wakaf targetnya 260 Sertifikat wakaf hari ini diserahkan sebanyak 30 sertifikat wakaf. Terima kasih atas sinergi Pemerintah Kota Batu, Kankemenag dan BPN serta BWI Kota batu dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf,” ujar Hasin.
Ketua BWI Kota Batu juga mengapresiasi kinerja BPN Kota Batu yang rutin setiap hari Jumat berkeliling ke masjid, musala, madrasah dan TPQ di Kota Batu untuk menyerahkan sertifikat wakaf secara langsung kepada masyarakat.
Senada dengan Hasin, Kepala BPN Kota Batu menambahkan bahwa BPN Kota Batu telah menerbitkan 331 bidang sertifikat wakaf di Kota Batu.
“Telah terbit 331 bidang sertifikat wakaf. Hari ini 31 bidang dan selanjutnya akan diserahkan pada acara yang segera diagendakan. Sebagian lagi akan diserahkan ketika ada kunjungan Presiden RI ke Jawa Timur dalam agenda penyerahan sertifikat wakaf serentak se-Jawa Timur,” terang Suharto.
“Mohon doa restu per 1 Desember 2023 akan memasuki masa purna tugas. Semoga kepala BPN mendatang juga proaktif dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf,” pungkasnya.















