DIANGGAP MINIM, KOMISI D DPRD KOTA MALANG DORONG KENAIKAN GAJI GURU PAUD

SIARINDOMEDIA.COM – Besar tunjangan guru PAUD masih di angka maksimal Rp750 ribu sehingga kenaikan gaji guru PAUD hingga Rp1 juta masih menjadi wacana. DPRD Kota Malang melalui Komisi D berupaya untuk mendorong kenaikan gaji tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Farih Sulaiman. Menurutnya, semua guru yang terdaftar di Dapodik InsyaAllah akan dapat tunjangan insentif. Besaran insentif guru (PAUD) itu sudah disepakati Rp750 (ribu rupiah) dengan perhitungan penerimaan PAD tidak memenuhi target. Nilai intensif jika sesuai target Rp1 juta.

“Maka kami sebagai anggota Dewan terus memperjuangkan kenaikan hingga satu juta,” ungkap Ahmad Farih.

Dia berharap, agar terdapat koordinasi lebih lanjut soal kesejahteraan guru PAUD. Pasalnya, para pengajar tersebut merupakan garda terdepan pendidikan anak di bawah umur. Tentunya mereka  memiliki peran penting.

“PAUD ini menjadi pondasi awal kecerdasan dan karakter anak. Sehingga apresiasi terhadap jerih payah guru-guru PAUD ini memang perlu diapresiasi,” ucapnya.

Ironisnya, gaji guru PAUD selama ini didapatkan dari APBD harus melalui proses pengajuan. Biasanya, kepala sekolah akan melakukan pengajuan gaji sejumlah guru yang ada di sekolahnya ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Para guru PAUD di Kota Malang pun akibatnya tidak mendapatkannya secara penuh.

Guru harus terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk bisa mendapatkan gajinya. Itu pun tidak semua guru akan mendapatkan gajinya.

Bisa jadi, dalam empat guru yang terdaftar di Dapodik dalam satu sekolah. Hanya turun dua diantaranya saja.

Menurut Ahmad, kemungkinan yang terjadi adalah tidak terpenuhinya sistem administrasi guru di Dapodik. Data-data guru tidak terbaca di sistem Dapodik sehingga mempengaruhi turunnya gaji. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *