GENCATAN SENJATA DI GAZA DIPERPANJANG DUA HARI, HAMAS BEBASKAN LAGI 11 SANDERA ISRAEL

SIARINDOMEDIA.COM – Hamas kembali membebaskan 11 sandera Israel lainnya dan mengumumkan bahwa gencatan senjata di Gaza telah diperpanjang selama dua hari tambahan.

Para sandera Israel yang dibebaskan termasuk sembilan anak-anak dan dua ibu. IDF (Israel Defence Forces) mengkonfirmasi semua sandera tersebut telah dibebaskan ke Palang Merah Internasional.


Intelijen IDF, Shin Bet mendampingi langsung para sandera yang dibebaskan. Setelah mereka menjalani pemeriksaan medis, 11 sandera tersebut akan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.

“IDF, bersama dengan seluruh lembaga keamanan Israel, akan terus beroperasi sampai semua sandera dipulangkan,” kata Shin Bet.

Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional menegaskan bahwa mereka hanya memfasilitasi pembebasan dan pemindahan 11 sandera, dan sama sekali tidak terlibat dalam proses negosiasi.

“ICRC tidak terlibat dalam negosiasi, dan peran kami adalah memfasilitasi proses pembebasan dan pemindahan 11 sandera yang ditahan sebagai perantara yang netral.”

Dalam beberapa hari mendatang, Hamas setuju untuk membebaskan 20 hingga 40 sandera Israel lainnya yang bisa dibebaskan dalam beberapa hari mendatang jika IDF juga sepakat untuk membebaskan lebih banyak tahanan Palestina dan berhenti memborbardir Gaza.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari mengaskan bahwa Qatar telah menyerukan perpanjangan gencatan senjata satu hari untuk setiap 10 sandera tambahan yang dibebaskan oleh Hamas-IDF.

Selain Qatar, Amerika Serikat juga terlibat dalam proses negosiasi perpanjangan gencatan senjata.

“Kami akan memastikan bahwa kesepakatan ini – yang ditengahi dan dipertahankan melalui mediasi dan diplomasi Amerika Serikat yang ekstensif – dapat terus memberikan hasil. Sejauh ini, lebih dari 50 sandera telah dibebaskan dan dikembalikan ke keluarga mereka,” kata Presiden AS, Joe Biden.

Biden berjanji pemerintahannya akan melakukan apa saja untuk memperpanjang gencatan senjata sehingga lebih banyak sandera dapat dibebaskan dan lebih banyak bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan dapat disalurkan ke Gaza untuk warga sipil.

Meskipun demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang belum berakhir sampai Hamas hancur.

“Kami akan terus melanjutkan serangan hingga akhir, hingga kami menang. Tidak ada yang dapat menghentikan kami,” kata Benjamin Netanyahu.

Dia juga mengaku telah menyampaikan pesan melalui telepon kepada Biden bahwa serangan militer di Gaza akan dilanjutkan dengan kekuatan penuh setelah gencatan senjata berakhir.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *