IDF KLAIM TELAH HANCURKAN 400 TEROWONGAN HAMAS

SIARINDOMEDIA.COM – Militer Israel, IDF, mengklaim telah menghancurkan lebih banyak terowongan Hamas di Gaza utara semalam.

Itu artinya secara total sudah ada 400 terowongan Hamas yang telah dihancurkan oleh militer IDF sejak awal operasi darat pada 27 Oktober 2023 lalu.

“Unit pasukan khusus Yahalom dari Korps Teknik Tempur telah memainkan peran penting dalam mengungkap dan menghancurkan lubang-lubang ini dengan menggunakan berbagai metode,” kata IDF dalam sebuah pernyataan.

Tetapi mereka tidak memberikan rincian di mana lokasi terowongan-terowongan Hamas yang sudah dihancurkan tersebut.

IDF berkali-kali menyatakan banyak terowongan Hamas berada di bawah rumah sakit, sekolah, rumah-rumah penduduk, bahkan di bawah kamp pengungsian.

IDF juga mendesak warga sipil di Kota Gaza, khususnya Kota Tua Jabalia dan di Kota Shuja’iya, untuk mengungsi ke tempat yang aman di selatan Gaza.

“Kami mendesak Anda untuk segera mengevakuasi daerah pemukiman Anda demi menjaga keselamatan Anda, melalui Jalan Salah al-Din hingga pukul 16:00, untuk pergi ke selatan,” tulis juru bicara IDF Avichay Adraee di X.com.

IDF juga mengumumkan meninggalnya Cpt. Liron Snir yang dikatakan tewas dalam pertempuran di Gaza Utara, menambah jumlah personel militer Israel yang tewas dalam pertempuran itu menjadi 69 orang.

IDF dan Hamas telah setuju untuk melakukan gencatan senjata sementara. Seorang pejabat Hamas mengkonfirmasi gencatan senjata akan mulai berlaku pada harus Kamis pukul 10 pagi waktu setempat. Seorang pejabat Israel juga melaporkan kepada CNN bahwa gencatan senjata akan dimulai pada waktu tersebut.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata tersebut, ada setidaknya 50 sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas, termasuk wanita dan anak-anak, lalu IDF juga akan membebaskan 150 tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Belum ada informasi yang dirilis mengenai siapa saja sandera mana yang akan dibebaskan, namun mayoritas warga Palestina yang terdaftar memenuhi syarat untuk dibebaskan adalah remaja laki-laki berusia 16 hingga 18 tahun yang sebagian besar dipenjara karena melempar batu ke tentara IDF.

Perjanjian gencatan senjata IDF-Hamas dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Washington.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *