TAYLOR SWIFT BAWAKAN ‘BIGGER THAN THE WHOLE SKY’, DIDEDIKASIKAN UNTUK PENGGEMARNYA YANG MENINGGAL SAAT KONSER

SIARINDOMEDIA.COM – Taylor Swift membawakan lagu ‘Bigger Than the Whole Sky’ saat konser pada Minggu, (19/11/2023) waktu Brazil pasca mendengar kabar duka dari penggemarnya yang berpulang, Ana Clara Benevides Machado di konsernya sehari sebelumnya.

Melansir People, Taylor Swift dikabarkan kembali melanjutkan tur konsernya di Estádio Nilton Santos, Rio de Janeiro, Brazil. Sebelumnya dia sempat menunda konsernya pada 18 November karena gelombang panas ekstrem yang membahayakan.

Saat itu dilaporkan suhu di kota itu menyentuh angka 102 derajat Fahrenheit atau sekitar 39 derajat Celcius. Sementara kelembabannya lebih dari 70 persen sehingga membuat suhu terasa seperti 138 derajat Fahrenheit atau 59 derajat Celcius.

Sebelum meninggal, Machado dikabarkan merasa tidak enak badan dan telah mendapat penanganan dari petugas pertolongan pertama dan kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Salagdo Filho. Namun sayang, nyawanya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal.

Promotor acara Time for Fun kemudian membagikan pengumuman melalui di X bahwa Machado telah meninggal karena alasan kesehatan.

Taylor pun memutuskan untuk mengatur ulang jadwal konsernya setelah kabar meninggalnya Machado beredar menjelang konser Eras Tour pada hari Jumat.

“Selamat tinggal, selamat tinggal, selamat tinggal. Kamu lebih besar dari seluruh langit. Kamu lebih dari sekadar waktu yang singkat,” nyanyi Swift dalam lagu sendunya ‘Bigger Than the Whole Sky’.

Lagu ini pun diduga didedikasikan Taylor Swift untuk menghormati mendiang Machado. Tak hanya bernyanyi, sang musisi juga memainkan pianonya.


Menurut penggemar, meski pelantun ‘Cruel Summer’ ini tidak menyebut nama Machado, tetapi lagu ‘Bigger Than the Whole Sky; diyakini ditujukan untuk Machado.

Meski Taylor begitu hebat dalam bermusik tetapi menyanyikan lagu ini membutuhkan kekuatan untuk membawakannya tanpa merasa terluka. Namun, dia menilai bahwa lagu ini memang patut untuk dinyanyikan untuk Machado, Swifties Brazil, dan diri Taylor sendiri.

“Saya tidak percaya saya menulis kata-kata ini, tetapi dengan hati yang hancur saya mengatakan kami kehilangan penggemar tadi malam sebelum pertunjukan saya,” curhat Taylor melalui akun Instagram pribadinya.

“Saya bahkan tidak bisa mengatakan kepada Anda betapa terpukulnya saya dengan hal ini. Hanya ada sedikit informasi yang saya miliki selain fakta bahwa dia sangat cantik dan terlalu muda,” lanjutnya.

“Saya ingin mengatakan sekarang saya sangat merasakan kehilangan ini dan hati saya tertuju kepada keluarga dan teman-temannya. Ini adalah hal terakhir yang saya pikir akan terjadi ketika kami memutuskan untuk membawa tur ini ke Brazil,” tutup Swift.

Penyanyi berusia 33 tahun ini pun berkali-kali tertangkap kamera meminta staf stadion untuk menyediakan air bagi penggemarnya yang hadir. Hingga saat dia menyanyikan lagu ‘All Too Well’, Swift pun tiba-tiba berhenti bernyanyi di pertengahan lagu setelah melihat penonton terkena dampak cuaca panas ekstrem dan langsung melempar botol air ke arah penggemarnya itu.

Suhu di kota tersebut akhirnya turun pada hari Minggu. Kelembapannya pun juga turun dimana cuaca ini menjadi rekor terparah di pertengahan bulan November di Rio de Janeiro, Brazil.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *