SIARINDOMEDIA.COMÂ – Hari Minggu merupakan waktu yang tepat digunakan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar. Momen tersebut berhasil dimanfaatkan oleh organisasi Masyarakat Malang Peduli Demokrasi (MPD) untuk menggelar giat Resik-resik Kampung dan Kali di wilayah RW. 13, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Giat yang dilaksanakan pada Minggu (19/11/2023) tersebut diikuti oleh Perwakilan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perwakilan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tim Linmas, Pengurus MPD, Mahasiswa Kristen Unikama, Tim LDII Kota Malang dll.
Sebelum memulai agenda bersih-bersih kampung dan kali. Giat diawali denga apel pagi yang dipimipin oleh Camat Sukun. Selan itu, kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Lurah Bandungrejosari.
Sekjen FKAUB Malang memaparkan, bahwa tujuan dari agenda ini adalah untuk mencegah banjir di wilayah RW 13 yang sering terjadi di musim penghujan.
“Tujuan Kegiatan ini untuk mencegah banjir di wilayah RW 13 yang sering terjadi di musim penghujan,” terang Penderta David kepada reporter Siarindo Media.
“Selain itu juga untuk membangun semangat gotong royong lintas agama sebagai syarat untuk membangun imun kebangsaan,” tambahnya.
Dalam momentum ini, segenap lapisan masyarakat tampak antusias membersihkan sampah dan aliran air di sungai RW 13 Kelurahan Bandungrejosari.
Nyaris tidak ada satu pun sampah yang terlewat. Semua mampu dibersihkan oleh tim MPD dan segenap masyarakat yang mengikuti giat ini.

Lebih jauh lagi, Pendeta David mengutarakan bahwa MPD ke depannya akan terus menggaungkan aksi bersih-bersih lingkungan seperti ini, khsusnya di area-area yang rawan tergenang banjir.
Melalui kegiatan ini, Sekjen FKAUB Malang tersebut berharap dapat menjadi contoh dan bisa diterapkan di wilayah-wilayah lain.
“Kegiatan ini sangat bagus untuk dilaksanakan karena selain mencegah banjir di musim hujan juga dapat mempererat kerja sama antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, generasi muda dan warga sekitar,” ujar Pendeta David.
“Semoga saja agenda ini dapat terus diadakan juga di tempat lain,” tutup Dosen Agama Kristen Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) tersebut.














