SIARINDOMEDIA.COM – Dalam momentum krusial menghadiri pelantikan pengurus DPD Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI) Provinsi Jawa Timur periode 2023-2028, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., selaku Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya (KLSD) Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) berharap agar HIPKI dapat menjadi promotor dan pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
“Peran HIPKI sekarang menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, yang siap kerja dan siap membuka lapangan pekerjaan. Ini yang penting,” ujar Henri dalam sambutannya di pelantikan pengurus HIPKI Jatim di aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang, Kamis (9/11/2023).
“Tentunya peran itu harus bisa kita ambil. Karena menurut saya peran Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sangat besar. Karena LKP ini kan mereka meningkatkan Pendidikan di luar sekolah atau Pendidikan non-formal,” sambungnya.
Lebih lanjut, kesempatan ini merupakan kesempatan terbaik bagi Direktur KLSD Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek RI tersebut untuk kolaborasi dengan berbagai LKP guna meningkatkan kopetensi SDM yang mana itu selaras dengan tugas Henri di Kemendikbudristek RI.
Misalnya, pada tahun lalu, tepat tanggal 6 November 2022, Henri selaku Direktur KLSD Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbudristek RI memberangkatkan 82 dosen vokasi ke Inggris dan Amerika untuk mengikuti Program Magang Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Unggul Bereputasi Global melalui Sertifikasi Kompetensi, Sertifikasi Profesi dan Magang Bersertifikat Tahun 2022 (Sertikom 2022).
Melalui program ini, para peserta diwajibkan untuk menggali sebanyak-banyaknya pengetahuan, wawasan dan pengalaman penyelenggaraan proses pembelajaran pendidikan vokasi di perguruan tinggi bereputasi global yang dituju, serta diberi tugas untuk menjalin kerja sama dan networking dengan beberapa universitas di negara tujuan.
Meski demikian, Henri menyadari bahwa tugas yang diemban HIPKI maupun LKP di bawah naungannya tidaklah mudah. Namun dengan adanya kolaborasi dan sinergi melalui program Kemendikbudristek RI, Henri optimis bahwa SDM berkualitas yang dicita-citakan dapat tercipta.
“Memang tugas kita sangat berat, tidak hanya meluruskan, tetapi kita harus memastikan siswa kita atau peserta didik kita itu siap bekerja,” ungkap Henri.
“Lah, siap bekerja inilah tugas kita bersama. Jadi kita harus menggandeng mitra kita, baik dari segi industry maupun pemerintah daerah maupun perguruan tinggi,” pungkasnya.














