UJI KOMPETENSI DIGITAL MARKETING: MAHASISWA FEB UNISMA SIAP BERSAING DI ERA DIGITAL

SIARINDOMEDIA.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan Opening Competency Test Digital Marketing Scheme “The Future of Digital Marketing: Prediction and Beyond”, bekerja sama dengan LSP Digital Marketing Indonesia dengan narasumber Rudianto,S.Kom selaku Ketua Komite Skema LSP Digital Marketing Indonesia.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Nur Diana,SE.,M.Si selaku Dekan FEB Unisma dan diberi sambutan Agusti Aleandra selaku Ketua Bidang Pendidikan dan Kerjasama Asosiasi Digital Marketing Indonesia. Acara ini dihadiri oleh segenap pimpinan FEB Unisma dan 400 Mahasiswa studi akhir yang akan mengikuti test Kompetensi Digital Marketing yang dilaksanakan pada Oktober 2023.

Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi menyampaikan bahwa hal tersebut tentunya menjadi kegiatan untuk terus mendorong peningkatan kompetensi para lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMA.

Selain itu, rangkaian kegiatan digital marketing ini bertujuan mengurangi kesenjangan antara kebutuhan kompetensi lulusan dengan harapan industri.

“Alhamdulillah FEB Unisma telah bekerjasama dengan Asosiasi Digital Marketing Indonesia ditahun 2020. Tentu hal ini tujuannya bagaimana kurikulum yang akan diterapkan kepada perkuliahan baik di semester gasal ini akan berjalan dengan baik, terutama bagaimana kita akan mengupdate konten pembelajaran,” ujar Nur Diana.

Dekan FEB Unisma
PENTINGNYA DUKUNGAN TEKNOLOGI. Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi menegaskan lulusan FEB Unisma siap bersaing di era digital. Foto: Ist

Dia menambahkan kebutuhan era revolusi industri 4.0 perlu dukungan teknologi. Apalagi pengguna internet di Indonesia hampir 70%.

“Mau tidak mau bahwa dunia Industri harus turun tangan dan ikut andil dalam mengembangkan kurikulum kita. Untuk itu kami berharap dari dunia profesi untuk memberikan masukan-masukan, bahwa konten apa saja yang harus kita benahi di dalam kurikulum yang selama ini telah dibuat, agar dapat dikemas dan dapat menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi di era manapun, tentunya dunia industri sangat berperan,” tuturnya.

“Tak luput juga aktivitas marketing yang dapat diintegrasikan secara global dengan memakai pemasaran digital dapat menjangkau target konsumen pada seluruh platform online, melalui situs web, email, SMS dan MMS, media awam, dan software,” ungkap Diana.

Dekan FEB Unisma menjelaskan, hasil survei World Economics Forum 2022 bertajuk “The Future Jobs” menunjukkan bahwa profesi digital marketing merupakan salah satu dari 10 profesi paling dicari.

Karena itu, Diana berharap bahwa mahasiswa FEB Unisma saat lulus menjadi seorang sarjana tidak hanya berpikir untuk memperebutkan pekerjaan di dunia industri, tetapi harus berpikir membuka lapangan pekerjaan baru untuk membangun perekonomian bangsa, terlebih lagi di era saat ini adalah era digitalisasi.

Untuk meraih hal itu, mahasiswa harus bersungguh-sungguh serta konsisten dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilaksanakan fakultas.

“Ilmu dan skill yang Anda dapat selama menjalani proses pendidikan digital marketing, dan akumulasi pengalaman menjadi bekal berharga untuk menempuh perjalanan hidup ke depan sebagai sarjana,” tambah Diana.

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Kerjasama Asosiasi Digital Marketing Indonesia, Agusti Aleandra dalam sambutannya memberikan materi tentang “Kebutuhan Kompetensi Digital Marketing di dalam Job Market”.

Sambutan Agusti Aleandra
DIGITAL MARKETING SUDAH MENJADI KEBUTUHAN. Agusti Aleandra, Ketua Bidang Pendidikan dan Kerjasama Asosiasi Digital Marketing Indonesia, saat memberikan sambutan di uji kompetensi digital FEB Unisma. Foto: Ist

Dilanjutkan dengan para peserta akan menjalani ujian sertifikasi kompetensi digital marketing yang dilaksanakan atas kerja sama FEB Unisma dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Digital Marketing Indonesia (BNSP). Kelulusan ujian sertifikasi ini akan menjadikan mahasiswa memiliki modal besar dalam menghadapi persaingan setelah lulus kuliah.

Sedangkan Rudianto,S.Kom selaku Ketua Komite Skema LSP Digital Marketing Indonesia mengatakan ada beberapa hal sederhana di dalam kurikulum ada industri, praktek, pendampingan mengingat digital marketing terus berkembang.

Dengan adanya Kampus Merdeka yang digagas oleh Menteri Pendidikan yang dapat memfasilitasi dengan mengajak para expert, para profesional dari luar untuk menjadi pemateri juga, inilah yang dapat diadaptasi kecepatan industri ini dengan kampus merdeka yang sekarang dilakukan.

Suasana kegiatan uji kompetensi digital di FEB Unisma
SERTIFIKAT SAJA TAK CUKUP. Rudianto,S.Kom Ketua Komite Skema LSP Digital Marketing Indonesia saat memberikan penjelasan megenai digital marketing. Foto: Ist

“Ada beberapa hal mengenai digital marketing ini, contohnya saat pembuatan kurikulum dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Informasi, kita sempat menyampaikan ada beberapa cabang ilmu terutama di digital marketing ini selain sertifikasi, memerlukan yang namanya bukti dari keahliannya. Jadi seseorang yang lulus punya sertifikat saja, dibandingkan dia yang pernah mempromosikan sesuatu dengan hasil misalnya mampu mendatangkan berapa pengunjung, mampu ada interaksi yang luar biasa, mampu ada penjualan seberapa banyak, maka dia akan lebih kuat dibandingkan mereka yang hanya berbekal sertifikat saja,” jelas Rudianto.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *