SIARINDOMEDIA.COM – Ketua Panitia Pusat Musyawarah Nasional (Munas) V Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) mengakui, Pimpinan Wilayah (PW) Jatim luar biasa. Bahkan dia angkat jempol atas suksesnya acara akbar yang dikemas spektakuler tersebut.
Adalah Epah Masfufah MPd yang dihajat besar IGRA kali ini diamanahi menjadi Ketua Panitia Pusat. Dalam acara Munas ini memang kepanitiaan terdiri dari panitia pusat dan panitia lokal. Panitia pusat sendiri terdapat 29 orang yang dibantu 40 orang panitia lokal. Lantaran harus mengkoordinasi ratusan peserta dari seluruh Indonesia, maka panitia sengaja dibagi dua agar memudahkan komunikasi dan koordinasi.
“Kami dari Panitia Pusat seakan tidak ada apa-apanya tanpa panitia lokal. Pokoknya panitia lokal kali ini top banget,” ungkap Epah, Senin (30/10/2023).
Ketua panitia ini juga sangat mengapresiasi kerja keras dari panitia lokal, bahkan dia berdoa Jazakumullah Khoiron Katsiro khusus untuk panitia lokal. Dimana dibawah komando Nurul Khasanah, IGRA Jatim merupakan tim yang solid yang saling berjibaku membantu menyukseskan Munas V IGRA ini.
Epah menambahkan, agenda dari Munas V selain memilih Ketua Umum Pimpinan Pusat juga menyelenggarakan Workshop implementasi kurikulum Merdeka (IKM).
Jadi selain pemilihan Ketum, peserta tak datang sia-sia, namun pulang membawa pulang keilmuan yang semakin bertambah.
“Masya Alloh acara Munas kali ini spektakuler diluar ekspektasi, karena diawal banyak sekali hambatan. Tapi diakhir pendaftaran, malah peserta terus bertambah,” ucapnya.

Tercatat 348 pengurus IGRA dari 30 provinsi menyempatkan hadir di Munas V ini. Dia mengakui yang paling mengesankan dalam acara ini ialah proses demokrasi pemilihan Ketua Pimpinan Pusat. Meski sebagian besar pengurus IGRA merupakan kumpulan emak-emak, namun belajar bermusyawarah dan berdemokrasinya yang luar biasa.
“Karena kami punya kekhasan untuk selalu mengusung nilai rilegius hingga musyawarah banyak mengedepankan saling menghormati,” tukas Epah.
Dalam proses pemilihan Ketua dan pembentukan AD ART, dia mengungkapkan ada banyak aspirasi dan masukan. Tentunya ini menurutnya merupakan pembelajaran bagi guru RA di seluruh Indonesia.














