SIARINDOMEDIA.COM – Prihatin terhadap kerusakan aspal jalan akibat tanah ekspansif, membuat Rektor Universitas Widyagama (UWG) Malang mencari solusi. Hingga kemudian dalam penelitiannya dia menemukan metode untuk menstabilisasi tanah tersebut. Uniknya, solusinya tersebut cukup sederhana dan murah, yakni dengan menaburkan limbah industri yang ada unsur kapurnya.
Adalah Rektor UWG Prof Dr Agus Tugas Sudjianto ST MT yang menemukan metode untuk menstabilkan tanah ekspansif. Tanah ekspansif merupakan tanah yang memiliki tingkat kembang susut akibat perubahan kadar air. Dampak dari sifat kembang susut yang tinggi pada tanah ekspansif dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan diatasnya.
“Seperti jalan raya di sepanjang Malang Selatan, yang hampir tiap tahun diaspal ulang. Itu bukan menghabiskan anggaran, tapi memang sifat tanahnya yang merusak aspal,” ungkap Prof Agus Tugas, Rabu (25/10/2023).
Nah, solusi dari permasalahan tersebut, Guru Besar bidang Teknik Sipil Ilmu Geoteknik ini menemukan metode stabilisasi kimia. Dalam tanah ekspansif mengandung unsur lempung atau Montmorilonit jika dicampur dengan bahan yang mengandung CaCO2, yakni senyawa alami yang ada pada kapur, maka tanah yang ditaburi unsur kimia tersebut akan saling mengikat hingga tidak berpotensi untuk mengembang lagi.
Dengan begitu biaya untuk perbaikan jalan yang rusak akibat Swelling atau mengembang dapat dialihkan untuk hal lain. Demikian pula dengan masalah limbah pabrik yang berunsur kapur, dapat digunakan untuk menstabilkan tanah ekspansif.
Menurutnya berbagai limbah dapat digunakan, seperti abu bagas dari pabrik gula, limbah pabrik asbes. Termasuk juga limbah cair dari karbit, limbah pabrik keramik, juga abu vulkanik gunung semeru maupun lumpur Lapindo.
“Nilai ekonomisnya tinggi. Dimana ada tanah ekspansif, cukup diambilkan dari limbah pabrik terdekat, hingga biaya penanggulannya dapat berhemat,” ucap Prof Agus.
Jadi lewat temuan Rektor UWG ini, prinsip dari Sustainable Development dapat tercapai. Dimana proses pembangunan yang mengoptimalkan pemanfaatan limbah pabrik dapat untuk keberlanjutan pembangunan, tanpa harus merusak lingkungan tentunya.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof Agus mengangkat judul: Stabilisasi Kimia Swelling Tiga Dimensi Tanah Lempung Ekspansif dengan Limbah Industri dalam Mengoptimnalisasi Desain dan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia.
Pidato ilmiah tersebut akan dia sampaikan dalam pengukuhan Guru Besar di rapat senat terbuka UWG, Sabtu 28 Oktober 2023 di Hall Universitas Widyagama Malang.














