PBB: DUNIA SAAT INI BERADA DI AMBANG TITIK KRITIS LINGKUNGAN HIDUP

SIARINDOMEDIA.COM – Institut Lingkungan dan Keamanan Manusia di PBB baru-baru ini mengungkapkan bahwa dunia saat ini berada di ambang titik kritis lingkungan hidup. Jika kondisi ini dibiarkan tanpa upaya pencegahan secara radikal, hal ini akan mengancam keberlangsungan mahluk hidup di planet bumi.

“Perubahan iklim dan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan telah menempatkan dunia di ambang titik kritis,” demikian pernyataan PBB sebagaimana dilansir The Times of India pada Rabu (25/10/2023).

Pernyataan tersebut dipicu karena kondisi dunia saat ini benar-benar berada di ambang titik kritis lingkungan hidup yang sangat mengkhawatirkan. Banyak faktor yang menyebabkan kondisi lingkungan hidup semakin buruk, seperti perubahan iklim, polusi, penggunaan bahan bakar fosil, dan deforestasi. Semua faktor ini secara langsung berdampak pada kesehatan manusia dan keberlangsungan hidup di planet kita ini.

Perubahan iklim adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan lingkungan hidup semakin memburuk. Peningkatan suhu global menyebabkan bencana alam seperti banjir dan kekeringan, yang berdampak pada ketahanan pangan dan kesehatan manusia.

Selain itu, polusi udara dan air juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Banyak negara yang masih mengabaikan pentingnya pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengelolaan limbah, sehingga kondisi lingkungan hidup semakin memburuk.

Sementara itu, penggunaan bahan bakar fosil juga menjadi masalah besar dalam lingkungan hidup. Bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara digunakan untuk menghasilkan energi, namun pembakarannya menghasilkan emisi gas rumah kaca yang merusak atmosfer.

Penggunaan energi terbarukan seperti energi surya dan angin harus menjadi prioritas bagi negara-negara di seluruh dunia untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Selain itu, deforestasi juga menjadi masalah lingkungan hidup yang serius. Penghancuran hutan secara tidak terkendali mengakibatkan hilangnya habitat satwa liar dan meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Laporan Interconnected Disaster Risks telah mengidentifikasi percepatan penipisan air tanah, dan pencairan gletser yang berbahaya. Panas yang ekstrem di beberapa wilayah juga membuat keadaan semakin memburuk.

Diperkirakan 1 juta spesies tanaman dan hewan akan punah dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini tentu harus dicegah.

Perlindungan hutan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan harus menjadi prioritas untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan hidup.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *