SIARINDOMEDIA.COM – Hampir 120 juta unit darah didonorkan setiap tahunnya. Namun, hal ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan global. Banyak pasien yang memerlukan transfusi tidak mempunyai akses tepat waktu terhadap darah yang aman.
Darah tidak dapat disimpan tanpa batas waktu, artinya sumbangan selalu dibutuhkan. Sumbangan rutin diperlukan untuk memastikan selalu ada pasokan transfusi darah bagi mereka yang membutuhkan.
Tingkat transfusi darah berbeda-beda di seluruh dunia. Beberapa negara berpendapatan tinggi menerima donasi transfusi darah hingga tujuh kali lebih banyak dibandingkan negara-negara berpendapatan rendah.
Transfusi darah diperlukan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan termasuk anemia, komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dan prosedur operasi.
Transfusi darah biasanya dilakukan oleh relawan yang memiliki tubuh sehat, anggota keluarga pasien, dan pendonor yang dibayar.
Dilansir dari situs resmi WHO, sayangnya hingga saat ini masih ada kesenjangan besar antara negara-negara berpendapatan rendah, menengah dan tinggi dalam hal donor darah.
Dari hampir 120 juta unit darah yang didonorkan setiap tahun di seluruh dunia, 42% berasal di negara-negara berpendapatan tinggi, dan itu hanya dapat memenuhi sekitar 16% dari kebutuhan transfusi darah secara global.
Kurangnya pendonor darah di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah diakibatkan ketidakmampuan banyak sistem layanan kesehatan untuk menyaring darah yang disumbangkan secara memadai untuk mendeteksi penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C dan sifilis sesuai dengan standar WHO.














