SIARINDOMEDIA.COM – Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang paling umum dan sering terjadi pada orang dewasa. Jika tidak dikendalikan dengan baik, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti kerusakan organ dan gangguan pada sistem saraf. Karena itu, kita harus mengenali penyebab dan gejala dari penyakit diabetes tipe 2.
Dialnsir dari Healthline, penyebab utama diabetes tipe 2 adalah resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh tidak merespons dengan baik terhadap insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.
Faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan diabetes tipe 2 antara lain:
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Kurangnya aktivitas fisik
- Punya riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
- Pola makan yang tidak sehat
- Memilliki Tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi
Gejala Diabetes Tipe 2
Beberapa gejala yang umumnya muncul pada diabetes tipe 2 antara lain:
- Rasa haus yang berlebihan
- Sering buang air kecil, terutama di malam hari
- Kelelahan yang tidak wajar
- Penurunan berat badan
- Infeksi yang sering dan sulit sembuh
- Penyembuhan luka yang lambat
- Penglihatan kabur
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 akan mengalami penyebab dan gejala yang sama. Beberapa orang mungkin tidak menyadari mereka menderita diabetes kecuali mereka menjalani pemeriksaan rutin.
Lalu apa yang harus kita lakukan jika sudah positif terkena diabetes tipe 2?
- Menerapkan pola makan sehat: Hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat, dan fokus mengkonsumus pada makanan yang mengandung serat tinggi, protein, dan lemak sehat.
- Rajin berolahraga: Aktivitas fisik teratur dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan mengontrol kadar glukosa darah.
- Menurunkan berat badan: Jika Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menurunkan berat badan dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah.
- Mengonsumsi obat-obatan dengan resep dokter: Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu mengontrol kadar gula darah.
- Rutin memeriksakan kadar gula darah: Memeriksa kadar gula darah secara teratur dapat membantu mengontrol diabetes dan mendeteksi komplikasi sejak dini.














