SIARINDOMEDIA.COM – Mahfud MD menegaskan penegakan hukum menjadi prioritas dan harus ditegakkan. Demikian pidato pertama Mahfud usai resmi diumumkan sebagai cawapres pendamping capres Ganjar Pranowo yang diusung PDIP dan koalisi.
Menurutnya, melalui penegakan hukum yang tegas dan transparan, maka setengah masalah bangsa akan dapat dituntaskan. Menko Polhukam itu juga mengatakan jika hukum berjalan dengan benar akan berpengaruh positif terhadap segala aspek kehidupan masyarakat. Baik itu di bidang sosial, politik, budaya, pertahanan dan keamanan dan ekonomi.
“Cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil dan beradab dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045 akan terwujud jika kita memenuhi sejumlah syarat. Yakni, ideologi bangsanya kokoh, ekonominya baik, hukum dan keadilannya ditegakkan, politiknya demokratis, budaya gotong royongnya hidup serta mengedepankan persaudaraan. Jika penegakan hukum dilakukan dengan benar, maka setengah masalah bangsa ini Insyaallah tuntas,” tuturnya.
“Prioritas pemberantasan korupsi, kepastian hukum, dan konsistensi dalam implementasi penegakannya memberi jaminan bagi investasi dan pembangunan ekonomi, serta memberi perlindungan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Pakar hukum berusia 66 tahun itu menyebutkan sebagai negara demokrasi, Indonesia juga membutuhkan nomokrasi.
“Demokrasi adalah kedaulatan rakyat, sementara nomokrasi adalah kedaulatan hukum. Demokrasi tanpa nomokrasi akan anarkis. Sementara nomokrasi tanpa demokrasi akan sewenang-wenang, sehingga keduanya harus sejalan dan seimbang,” tegas Mahfud.
Selain soal penegakan hukum, Mahfud juga menyinggung tentang perbedaan dan toleransi yang merupakan keniscayaan, sehingga sikap saling menghormati harus terus dijaga dan dijunjung tinggi. Pun demikian dengan perlindungan pada masyarakat lemah dan kasih sayang kepada ‘wong cilik’.
Dipilihnya Mahfud MD sebagai pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, tak lepas dari pertarungan sengit antar kandidat yang memperebutkan lumbung suara NU di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mahfud, putra Madura yang umumnya lekat dengan NU secara kultural, dianggap dapat menjaga peluang Ganjar menarik simpati warga Nahdliyin yang memiliki suara signifikan.
Sebelumnya, Anies Baswedan menggandeng Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebagai bacawapresnya. Cak Imin, selain nahkoda partai yang kental ke-NU-annya, juga memiliki ‘darah biru’ pendiri ormas keagamaan dengan pengikut puluhan juta tersebut.
Lalu bagaimana dengan kandidat lainnya, Prabowo Subianto, yang hingga kini belum menentukan pasangannya? Besar kemungkinan Ketua Umum Partai Gerindra itu akan meminang tokoh-tokoh NU untuk mendampinginya mendaftar sebagai capres-cawapres di KPU.
Bisa Khofifah Indar Parawansa, bisa Yenny Wahid, tetapi bisa pula sosok-sosok yang agak ‘kurang’ NU seperti Erick Thohir, Airlangga Hartarto atau Gibran.














