SIARINDOMEDIA.COM – Peraih penghargaan Kalpataru 2018 Bambang Irianto, mengingatkan masyarakat akan bencana suhu bumi yang mengarah ke ambang titik didih. Jika dibiarkan, kondisinya akan menyerupai Pandemi Covid-19, yang dapat merubah tatanan dunia.
Bambang Irianto menguraikan, situasi dunia yang saat ini bukan lagi pemanasan global. Namun menurut penggagas Kampung Glintung Go Green (3G) Kota Malang ini, suhu bumi sedang mendidih. Dimana gejala suhu mendidih ini dialami merata di seluruh dunia. Tentu harus ada upaya bersama-sama untuk meredamnya.
“Dikhawatirkan jika berlarut-larut hal ini akan menyerupai Pandemi Covid-19 yang merubah tatanan dunia,” ungkap Bambang, Rabu, (18/10/2023).
Ditemui di kediamannya, Jalan Karya Timur, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, jebolan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini menuturkan pula jika dampak dari suhu mendidih bumi terindikasi pada perubahan tatanan global sudah dimulai. Yakni dengan keputusan India yang menghentikan eksport bahan pangan. Demikian pula dengan 22 negara besar mengambil keputusan serupa, lebih mengutamakan kebutuhan pangan wilayahnya sendiri.
Sedangkan rentang waktu enam bulan terakhir harga kenaikan beras melonjak drastis. Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, nilai tukar pendapatannya anjlok.
Maka menurutnya, kondisi suhu bumi yang mendekati titik didih disertai krisis pangan, harus segera dicarikan solusi.
Guna menurunkan suhu bumi sendiri, dapat dilakukan berbagai upaya. Diantaranya dengan penghijauan, mengurangi polusi udara, pengelolaan sampah, dan berbagai hal lainnya.
“Tentu hal ini perlu gerakan seluruh umat manusia, untuk menghijaukan kembali dataran bumi ini,” tegasnya.














