SIARINDOMEDIA.COM – Wayan Mirna Salihin, (27 tahun), meninggal dunia setelah meminum es kopi Vietnam bersama kedua temannya, Hani dan Jessica Kumala Wongso.di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat pada tanggal 6 Januari 2016 lalu.
Menurut hasil pemeriksaan pihak kepolisian, ditemukan pendarahan pada lambung Mirna yang berasal dari sianida. Racun sianida tersebut juga ditemukan pada kopi yang diminum oleh Mirna.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, polisi menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka yang meracuni Mirna. Jessica dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Kasus pembunuhan Mirna kembali menjadi sorotan netizen setelah Netflix membuat film dokumenternya yang berjudul ‘Ice Cold: Murder, Ice Coffe And Jessica Wongso’.
Salah satu yang menjadi sorotan netizen di film tersebut adalah sikap Edi Darmawan Salihin, ayah dari mendiang Wayan Mirna Salihin.
Banyak netizen berkomentar bahwa Edi Darmawan sangat arogan saat membahas kasus kematian Mirna dalam film dokumenter.
Dalam wawancara eksklusif bersama Karni Ilyas pada 8 Oktober 2023, ayah Mirna meminta maaf atas sikap arogannya itu.
“Jadi pertama, saya mau jelaskan soal yang kelihatan saya mungkin arogan, saya salah bicara. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” kata Edi Darmawan, sebagaimana dikutip dari YouTube Karni Ilyas.
Edi Darmawan kemudian mengecam Netflix karena merasa telah ditipu. Dia menilai apa yang ditayangkan dalam dokumenter tersebut banyak yang sudah diedit, tidak sesuai kenyataan, dan memutar balikan fakta yang ada tentang kasus pembunuhan Mirna Salihin.
“Saya izin untuk memberikan penjelasan yang jelas sekali supaya netizen dan warga Indonesia jangan terkecoh oleh Netflix,” kata Edi.
“Jadi gini, saya ketipu sama Netflix. Yang syuting kita sutradaranya itu namanya Rob Sixsmith. Saya nggak dapat apa-apa dari dia, cuma dia minta tolong untuk saya menjawab dan saya jawab, tapi kenyataannya apa? Yang dia tayangkan itu nggak sesuai dengan kenyataan yang ada,” tuturnya.
Edi Darmawan menilai Netflix hanya mencari keuntungan dengan mengadu domba masyarakat Indonesia agar kembali mempertanyakan hasil persidangan Jessica Wongso.
Ia kemudian meminta masyarakat agar jangan percaya dengan apa dipertontonkan dalam film dokumenter ‘Ice Cold: Murder, Ice Coffe And Jessica Wongso’ karena menurutnya itu tidak benar. Terlalu banyak wawancara yang diedit.
“Kalau menurut saya, Netflix itu enggak benar, mereka sudah nipu kita. Sandy (kembaran Mirna) di Jerman juga kaget waktu lihat. Netflix itu mohon dilupakan saja, karena itu cuma sampah, nggak benar,” pungkas Edi.
Namun meskipun demikian, banyak netizen justru berkomentar Netflix sudah sudah fair dan netral dalam menyusun film dokumenter tersebut.
Berikut adalah beberapa komentar netizen:
“Terima kasih buat netflix, berkat dokumenternya kita bisa dapat wawasan bahwa kasus ini banyak campur tangan dan berat sebelah dan pasti nya hukum kita perlu direvolusi.”
“Liat wawancara ini, semakin yakin ada kejanggalan dalam kasus ini. Si bapak yg paling pinter dan paling hebat sedunia ini serasa yg paling benar sendiri. Tuhan tidak tidur, keadilan Tuhan pasti ditegakkan pada waktu yang tepat.”
“Sehat selalu Crew , Official, Produser Netflix dimanapun kalian berada. Kalian Jurnalis terbaik Tahun ini.”














