SIARINDOMEDIA.COM – Setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Majelis Alimat Indonesia (MAI) Periode 2023-2027, Prof Dr. Hj. Sylviana Murni, SH,. M.Si., mengatakan siap membentuk Program Sains Taklim. Program ini untuk memberdayakan Cendekiawan Muslimah di akar rumput.
Dalam Musyawarah Nasional ke-6 BPP MAI di Gedung Sriwijaya, Kompleks DPR/MPR RI, Sabtu (7/10/2023), Sylviana Murni terpilih sebagai Ketua Umum menggantikan Dr. Amany Lubis.
Dalam sambutannya, anggota DPD RI ini mengungkapkan rencananya untuk membentuk Program Sains Taklim, yakni kegiatan majelis taklim berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, kiprah MAI harus menyentuh kelompok muslimah sampai akar rumput.
“Sains Taklim merupakan gerakan dakwah intelektual yang relevan bagi semua kalangan, dari komunitas masyarakat tingkat RW sampai dengan lembaga tingkat internasional,” ucapnyai.
Untuk itu, Sylviana Murni menuturkan berbagai sasaran yang dibidik untuk memajukan organisasi MAI. Yakni, meningkatkan peran muslimah intelektual di bidang penelitian, terjemahan dan penerbitan pendidikan.
Selain itu juga memperkenalkan Islam yang sejuk dan damai; mencari solusi bagi problem muslimah dalam berbagai aspek kehidupan, menggiatkan kajian fiqih kontemporer dalam menjawab persoalan modern, mengaktifkan dialog pemikiran dalam budaya, mendokumentasikan dan menyebarluaskan pengalaman kerja muslimah serta menyebarluaskan karya-karya pemikiran Islam di tingkat nasional dan internasional.
Islam, ujar mantan Wali Kota Jakarta Utara (2008-2010) ini, memberikan tempat istimewa bagi kaum perempuan. Karena sejatinya perempuan sebagai figur ibu memiliki peran penting untuk menyiapkan generasi emas untuk masa yang akan datang.
Syaikh Shaleh al-Fauzan dalam kitab Makaanatul mar-ati fil Islam menyebutkan bahwa Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya, Berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya.
“Mengingat betapa besar tugas dan tanggung jawab seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anaknya, maka para perempuan harus memiliki wawasan, kemampuan dan pengetahuan yang luas. Maka dari itu, MAI ke depan akan mengambil bagian penting dari ruang lingkup pendidikan serta penguatan nilai dan moral generasi penerus dengan mengoptimalkan peran majelis taklim melalui kerjasama dengan Kementerian/Lembaga,” ujar Sylviana.

Sebagai informasi, MAI merupakan organisasi resmi yang tercatat di Kementerian Hukum dan HAM yang memiliki jaringan struktur organisasi dari tingkat nasional hingga internasional. MAI memiliki visi ‘Berkontribusi dalam kajian keislaman, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemberdayaan masyarakat serta memberi solusi terhadap permasalahan umat dan bangsa’.
Selama periode 2020-2023, BPP MAI telah melaksanakan berbagai program kerja internal mapun eksternal, diantaranya pembentukan 12 Pengurus Wilayah hingga pembuatan media publikasi.
MAI sendiri memiliki beberapa bidang garapan antara lain: Bidang Agama, Bidang Pendidikan, Bidang Pendidikan Sosial Budaya, Bidang Ekonomi, Bidang Sains dan Teknologi, Bidang Kesehatan, serta Bidang Dakwah dan Komunikasi.














