SIARINDOMEDIA.COM – PT Widji Nusantara Makmur (Winmar) kembali menggelar agenda Temu Tani jilid dua di Dusun. Suko, Kec. Sumberpucung, Kab. Malang, Sabtu (2/9/2023). Agenda yang digagas oleh Winmar bersama PT Bayer Indonesia dan PT Cipta Makmur Pertiwi (CMP) tersebut bertujuan untuk memperkuat kemitraan dengan para petani sekaligus meningkatkan kualitas produksi.
“Tujuannya adalah bagaimana kita bermitra dengan petani dengan menyuguhkan komponen yang diharapkan oleh petani. Artinya dari sisi sarana produksinya,” terang Eko Widiastopo, Direktur Utama PT Winmar kepada reporter Siarindo Media di sela-sela agenda.
“Yang pertama dari benih, yang kedua dari pestisida, yang ketiga dari pupuk,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Eko mengutarakan, sebelumnya, tepatnya pada bulan Februari, PT Winmar, PT Bayer dan PT CMP sudah menghelat Temu Tani bagian pertama di Wajak. Karena atensi dari para petani cukup bagus, maka agenda tersebut diselenggarakan secara berkala.
Di sisi lain, acara yang mengangkat tema ‘We Grow With Trust’ tersebut juga dihadiri oleh para petani dari luar kecamatan mulai dari Kec. Tajinan, Kec. Turen hingga perwakilan PT Winmar Kab. Blitar.

PT Winmar sendiri merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertanian dan logistik yang berpusat di Malang, Jawa Timur Indonesia. Sementara PT Bayer adalah perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science. Group Bayer memiliki tujuan untuk menciptakan nilai melalui inovasi, pertumbuhan dan daya penghasilan tinggi. Sedangkan PT CMP adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk jenis mikro/pembenah tanah. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2003 dan berpusat di Gresik, Jawa Timur, Indonesia.
Di sisi lain, agenda ini dihadiri oleh beberapa Stakeholder Kecamatan Sumberpucung. Mulai dari Muhadi, Kepala Desa Sumberpucung, Kec. Sumberpucung, Tulu’is perwakilan Dinas Pertanian Kab. Malang BPP Kec. Sumberpucung dan Anton Supoyo selaku Kelompok Tani Ds. Sumberpucung.
Ketiga stakeholder tersebut menyampaikan sambutan mengenai ekosistem dan perkembangan pertanian di daerah Sumberpucung dan sekitarnya.
Tulu’is, perwakilan Dinas Pertanian Kab. Malang BPP Kec. Sumberpucung dalam sambutannya berpesan, perlu melibatkan penyuluh saat sesi Genetically modified (GM) di suatu tempat, agar ketika ada permasalahan dapat diatasi bersama.
“Jadi nyuwun tulung pas ada GM, penyuluh itu ndak butuh apa-apa, untuk hadir di sana itu ndak butuh apa-apa. Hanya butuh menyaksikan; ‘oh untuk wilayah ini yang tanam adalah PT A’. Kita ikut ngawalnya dari sana,” ucap Tulu’is.
“Jadi kalau misalnya ada (proses) GM nyuwun tulung nggih, Pak, penyuluh setempat itu dihadirkan. Supaya misalnya kalau ada sesuatu itu kita tahunya dari awal. Tidak moro-moro ada konflik. Dilapori dengan (cara) emosi,” imbuhnya.
Selepas sambutan dari beberapa perwakilan stakeholder Kec. Sumberpucung, agenda dilanjutkan dengan field trip ke lahan jagung yang berada di dekat lokasi acara. Para petani memperhatikan hasil dan kualitas jagung yang dikelola oleh PT Winmar itu sendiri.
Tidak cukup di situ, segmen selanjutnya diisi dengan dialog atau diskusi antara para petani dan perwakilan dari ketiga Perusahaan produk pertanian tersebut. Ketut mewakili PT Winmar, PT Bayer diwakili oleh Yuwono dengan materi tentang pestisida dan PT CMP di bagian materi pupuk yang disampaikan oleh Yudha.
Dialog tampak hidup karena atensi para petani mengenai perkembangan produksi pertanian cukup tinggi. Tidak berhenti di situ, di sela-sela agenda, panitia juga memberi beberapa doorprize kepada para petani yang aktif dalam segmen diskusi.

Lebih jauh lagi, Eko berharap, ke depannya melalui agenda ini PT Winmar, PT Bayer dan PT CMP dapat mempererat hubungan kemitraan dengan para petani dan dapat memproduksi bahan-bahan pertanian yang berkualitas seperti harapan para mitra.
“Harapannya adalah para petani bisa menerima system kemitraan plasma dengan semua komponennya ada, dari mulai benih, pestisida dan pupuk,” ucap Eko.
“Tentu dengan tujuan akhirnya adalah kemakmuran para petani,” pungkas Direktur Utama PT. Winmar tersebut.














