SIARINDOMEDIA.COM – Komunitas Pelangi Nusantara (Pelanusa) Kota Malang menggelar Kelas Inkubasi Sektor Kriya Tekstil di Gedung Malang Creative Center, Selasa (22/8/2023). Agenda yang diikuti sekitar 16 orang tersebut diselenggarakan secara rutin setiap hari Selasa sejak tahun 2018.
Endahing Noor Wulandari, CO Founder Pelanusa mengungkapkan, bahwa agenda tersebut bertujuan untuk mencari peminatan dan skill para anggota di bidang pembuatan karya kriya tekstil.
“Agenda ini memang ditujukan untuk mencari peminatan ibu-ibu tentang jahit-menjahit. Khususnya jahit kreatif, ya,” ucap Wulan kepada Reporter Siarindo Media di sela-sela agenda.
Lebih lanjut, Wulan menambahkan, bahwa yang dimaksud menjahid kreatif karya kriya tekstil adalah berbeda dengan konsep cara jahid pakaian untuk fesyen. Sebab, Wulan di sini membuat SOP yang memang itu ciri khas dan dipakai para anggota Pelanusa itu sendiri.
Di sisi lain, alumni mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya tersebut menambahkan, bahwa ada juga beberapa anggota dari kelas ini yang memiliki latar belakang disabilitas. Wulan memaparkan ada lima anggota.
Lebih jauh lagi, Wulan menuturkan, tujuan atau outpout dari kelas inkubasi ini sendiri agar kelak para anggota dapat membuat produk secara mandiri.
“Nanti dari Pelanusa berharap justru mereka punya jadi usaha-usaha baru mandiri. Nanti keterikatan dengan Pelanusa sebagai kemitraan. Nanti juga mereka bisa membuat merk sendiri terus dapat pesanan sendiri ga mesti harus dari Pelanusa. Itu tujuannya,” papar Wulan.

Dalam agenda ini, para peserta memulai kelas inkubasi pada pukul 10:00 hingga 14:00. Beberapa dari mereka diharuskan membawa peralatan lengkap sendiri dari rumah. Namun Pelanusa juga menyediakan beberapa bahan seperti kain untuk dijadikan contoh atau bahan percobaan.
Para peserta tampak fokus ketika menjahit dan mendesain kain yang mereka rancang. Sesekali Wulan juga tampak memberi arahan saat para peserta membutuhkan bantuan.
“Visi Misi Pelanusa itu tetap satu; membentuk usaha-usaha baru mandiri,” harap Wulan.
“Jadi dari nol keterampilan jadi terampil. Dari nol pendapatan menjadi punya pendapatan skala UMK/UMKM,” pungkasnya.














