SIARINDOMEDIA.COM – Siarindo Media menandatangani kerja sama dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Malang di kantor Siarindo Media, Selasa (1/8/2023).
Kesepakatan kerja sama tersebut bertujuan untuk media publikasi dan bersinergi terhadap program-program yang dimiliki oleh FKAUB Malang.

Di sisi lain, pertemuan yang berlangsung di kantor Siarindo Media Jl. Soekarno Hatta No.II ini dihadiri langsung oleh Koordinator Presidium FKAUB Malang, Romo Eko Atmono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) FKAUB Malang, Pdt David Tobing, Wakil Sekjen, Andik Heru Darpito, Departemen Media & Publikasi, Siswanto dan Departemen Hubungan Lintas Lembaga, Yeni.
Sementara dari tuan rumah diwakili langsung Direktur Utamanya, Abdul Muntholib.
Pada kesempatan ini, agenda dimulai dengan mengutarakan maksud dan tujuan FKAUB Malang yang dalam hal ini diwakili oleh Pdt David.
“Jadi maksud kedatangan kami di sini untuk merajut kerja sama seperti yang saya sampaikan ke Pak Ustadz bahwa sebenarnya event-event yang diadakan FKAUB ini sebenarnya out of the box,” kata David membuka pembicaraan.
“Jadi sesuatu yang di luar konsep orang. Jadi hal-hal yang unik, hal-hal yang sebenarnya sangat berbeda dengan yang lainnya. Hanya gara-gara keterbatasan kami di dalam media ini sehingga resonansi kegiatan itu tidak bergaung,” imbuhnya.

Lebih lanjut, David menambahkan, harapan adanya kerja sama dengan Siarindo Media ini kegiatan-kegiatan atau event yang diinisiai oleh FKAUB Malang dapat dikonfirmasi oleh masyarakat luas. Lebih-lebih agenda FKAUB dapat memotivasi dalam hal kerukunan antar umat beragama.
Sedangkan Dirut Siarindo Media, Abdul Muntholib, menilai upaya kerja sama dengan FKAUB ini sangat positif. Sebab, Tholib sendiri salah satu orang yang turut menyaksikan secara langsung berdirinya organisasi penghimpun antar umat beragama tersebut.
FKAUB merupakan motor penggerak dalam memberdayakan peran strategis dari tokoh-tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, khususnya majelis-majelis dan organisasi keagamaan untuk menghadang serbuan aliran intoleran yang menguasai media dan kelompok remaja yang menjadi generasi penerus bangsa.














