SIARINDOMEDIA.COM – DPRD Kota Malang menyoroti menyoloknya perubahan drastis Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023. Penurunan pendapatan yang disoroti tersebut angkanya fantastis, yakni hingga mencapai Rp181 miliar.
Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pandangan umum Fraksi terhadap rancangan perubahan APBD 2023.
Seperti yang disampaikan anggota Dewan Luluk Zuhriah dari PDI. Dia menyoroti penurunan pendapatan Pemkot Malang yang angkanya fantastis, hingga mencapai 181 Miliar.
“Pendapatan asli Kota Malang sebelum perubahan Rp1.179.181.683.130,-, setelah perubahan menjadi Rp998.092.007.863,-. Hingga terjadi perubahan sebesar Rp181.089.675.267,” ungkap Luluk Zuhriah, Selasa (1/08/2023).
Senada, Syabirul Ulum dari Fraksi PKS juga mempertanyakan angka penurunan pendapatan asli daerah Kota Malang. Partai ini menyoroti belanja pegawai Pemkot Malang yang terkoreksi Rp 939.305.649.127 atau setara dengan 12%. Angka ini tertuang dalam dokumen KUPA-PPAS tahun 2023.
“Hal ini menandakan kurang baiknya perencanaan yang dilakukan Pemerintah sehingga menyebabkan SILPA,” urai Syabirul.

Selain itu Fraksi PKB, Abdul Wahid mempertanyakan langkah antisipasi Pemkot Malang dan dimana dituangkan didalam rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Penetapan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD 2023.
“Mengingat sebentar lagi musim hujan perlu antisipasi bencana longsor,” pungkas Abdul Wahid.














