SIARINDOMEDIA.COM – Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH) menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) sertifikasi tanaman pangan dan holtikultura pada tanggal 27-30 Jul 2023 di Hotel El-Grande Karang Ploso, Malang.
Agenda yang digelar oleh IPBH ini adalah agenda angkatan kelima. Ada puluhan peserta yang mewakili beberapa perusahaan untuk mengikuti rangkaian Diklat ini.
Pada hari pertama, tepatnya hari Jum’at tanggal 27 Juli 2023, para peserta melakukan pre test dan sertifikasi benih tanaman pangan (QC Lapang) selama tiga sesi.
Kemudian dilanjutkan pada hari kedua dengan pemaparan beberapa teori, mulai dari pengambilan contoh benih (PCB), pengujian berkecambah daya benih hingga materi regulasi pembenihan tanaman pangan & Hortikultura serta aplikasi SMM SNI ISO 9001:2015 pada penjaminan mutu benih tanaman pangan & Holtikultura.
Sementara pada hari ketiga dan keempat, para peserta digeser ke UPT BPSB Malang di Singosari untuk melakukan praktik terhadap teori yang sudah didapat saat hari pertama dan kedua.
Mulai dari praktik pengambilan contoh benih, penentuan contoh kerja, pengujian daya berkecambah, Analisa perkecambahan, uji kemurnian fisik, pengujian kadar air benih & kalibrasi moisture meter dengan metode oven.

Ketua IPBH, Mohammad Aris memaparkan, diklat kelima ini sangat penting dan bermanfaat bagi pengetahuan para peserta.
“Angkatan kelima ini memiliki peningkatan yang paling bagus dari pada Angkatan-angkatan sebelumnya,” kata Aris.
“60% peserta hanya mampu menjawab benar di bawah 10 soal dari total 20 soal. Jadi hanya 40% yang bisa menjawab dengan benar di atas 10 saat pre test,” sambungnya.
Kemudian, imbuh Aris, setelah test atau post test, hamper 90% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar di atas 10 soal. Sisanya menjawab benar di bawah 10 soal.
Sementara itu, Umi Zahrotin Nafisa, salah satu peserta mengungkapkan bahwa agenda ini sangat menunjang pengetahuannya terkait metode pembenihan.
“Saya sebagai peserta sangat-sangat terbantu dengan pelatihan ini karena back ground saya adalah akutansi sehingga (masih) banyak istilah-istilah yang tidak saya pahami,” kata Nafis.
“Namun setelah mengikuti praktek secara langsung, semua pertanyaan-pertanyaan selama ini sudah terjawab. Jadi teori dan praktik di pelatihan ini sangat bermanfaan sekali bagi saya yang mempunyai latar belakang akuntansi,” pungkasnya.














