SIARINDOMEDIA.COM – Sempat terjadi kelangkaan LPG 3 kg di masyarakat, beberapa kepala daerah turun langsung untuk mengecek kondisi di pengecer maupun pangkalan. Hasilnya stok LPG 3 kg dalam kondisi aman dan harus ditertibkan oleh Disperindag karena belum tepat sasaran.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas pagi ini mengunjungi pangkalan LPG 3 kg yang berada di Pasar Berlian dan Kelurahan Kertosari. Dia mendengar beberapa keluhan masyarakat ada yang belinya sampai Rp30.000. Namun dia memaklumi karena belinya di pengecer terdekat bukan di pangkalan resmi Pertamina.
“Ini menjadi PR kami (Pemkab Banyuwangi), Disperindag dan Dinas Koperasi dan UMKM untuk mendata siapa konsumen yang berhak,” ungkap Ipuk.
Menurutnya, perlu keseragaman harga dengan operasi pasar yang dilakukan, paralel juga akan mendata konsumen yang berhak. Saat ini Pemkot Banyuwangi telah memiliki edaran mengenai larangan ASN menggunakan LPG 3 kg. Jika ada yang kedapatan melanggar, maka akan diberikan peringatan sampai sanksi.
Ipuk membeberkan alasan penyebab naiknya permintaan LPG 3 kg. Dia menjelaskan pertumbuhan UMKM dan akhir-akhir ini banyak hajatan mempengaruhi naiknya permintaan LPG 3 kg. Dia akan meminta tambahan kuota LPG kepada Pemerintah Pusat.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari juga memastikan pasokan LPG di daerahnya aman terkendali. Dia pun melakukan sidak dan memastikan kondisi aman dan tidak terjadi penurunan pasokan. Wali Kota Ika Puspitasari bersyukur karena 30% rumah tangga di Mojokerto sudah menggunakan Jargas sehingga tidak terlalu terdampak.
Terpisah Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan peningkatan konsumsi Juli ini dimulai sejak libur Idul Adha. Hal ini dilanjutkan dengan beberapa libur panjang pada bulan ini.
Pertamina memastikan kondisi penyaluran LPG 3kg di Jawa Timur dalam keadaan aman. Konsumsi LPG 3 kg di Jawa Timur rata-rata 1.515.000 tabung per hari dengan stok hari ini sebesar 26.314 MT
“Atau sebesar 8,7 juta tabung sehingga ketahanan stok dan pasokan masih sangat aman,” ujar Ahad
Saat ini Pertamina bekerjasama dengan Pemda setempat untuk melakukan langkah antisipatif antara lain normalisasi harga dengan operasi pasar di Kab. Banyuwangi dan Kota Batu. Serta menggelar sidak bersama terhadap pangkalan LPG dan pengecer/konsumen yang tidak berhak dengan mengganti langsung tabung LPG 3 kg nya dengan Bright Gas.
Ahad Rahedi kemudian mengapresiasi Pemda yang telah turun langsung melaksanakan tanggung jawabnya karena untuk peredaran di level pengecer dan tepat sasaran atau tidak konsumsinya merupakan ranah Pemda.
Pertamina menghimbau agar masyarakat membeli LPG langsung di Pangkalan LPG 3 kg. Pasalnya, Pangkalan LPG 3 kg memang difungsikan sebagai lembaga penyalur tingkat akhir yang melayani konsumen individu secara langsung dan tidak mengutamakan pengecer atau pemborong.
Tujuannya agar warga yang berhak terjamin mendapatkan LPG 3 kg dengan harga eceran tertinggi. Karena kalau di pengecer tidak ada yg bisa mengontrol penggunaannya untuk konsumen yang ditentukan.
Warga yang datang ke Pangkalan LPG 3 kg akan menginput NIK kedalam sistem subsiditepatlpg 3kg, yang datanya terkoneksi dengan database P3KE Kemensos.
Bagi yang tidak terdata tetap dilayani namun transaksinya akan dicatat NIKnya. Untuk informasi dan layanan seputar LPG 3kg masyarakat dapat menghubungi call center 135.














