SIARINDOMEDIA.COM – Wali Kota Malang mengadakan gala diner untuk menjamu tamu dari 14 negara yang merupakan peserta Konfrensi Internasional. Pertemuan internasional ini merupakan event dari akademisi Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd).
Wali Kota Sutiaji bersyukur Kota Malang banyak menggelar kegiatan yang membawa kaum intelek. Menurutnya orang intelek yaitu orang yang terus resah memikirkan kesejahteraan masyarakat. Dia yakin dengan pesona kesejukan dan keramahan warga, para tamu akan kembali ke Malang.
“Saya berkepentingan untuk menjamu para tamu internasional ini,” ungkap Sutiaji Rabu (26/7/2023) malam di halaman depan Rumah Dinas Walikota Malang.

Sutiaji berharap akuntan dapat terus adaptif mengingat kian peliknya tantangan jaman ditambah dengan keberadaan Artificial Intelegent (AI).
Dia pun menekankan penuntut ilmu itu dinamis dengan semangat untuk terus belajar. Sekat pembelajaran dapat diluaskan ke Asia Pasifik seperti IAI ini.
“Beberapa waktu lalu kami berkunjung ke Cina. Di sana luar biasa perkembangannya,”
Dalam pandangan Sutiajii laboratorium perguruan tinggi adalah masyarakat, hingga tak hanya mengejar nilai akademis saja. Namun sivitas akademika harus paham apa yang dibutuhkan masyarakat sehingga kemanfataan ilmu di kampus untuk umat dapat lebih luas lagi.
Tugas perguruan tinggi diantaranya ialah memberikan edukasi advokasi hingga dapat menjad katalisator antara masyarakat dengan Pemerintah.
Gala diner ini digelar di rumah dinas Walikota, karena menurut Sutiaji rumah ini milik rakyat. Diterima di Rumdin, berarti menjadi tamu yang luar biasa.
Wakil Rektor (WR) I Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Drs Junaidi Mistar PhD dalam kesempatan tersebut dia berterimah kasih kepada Wali Kota Malang yang bersedia menjamu tamu dari 14 negara.
Ditambahkan oleh Ketua IAI Komda Malang, Dr. Puji. Handayati, S.E., Ak., M.M., CA., CMA, gala diner ini merupakan kolaborasi mutualis eksklusif. Dimana ajang seperti ini merupakan lahan promosi Kota Malang sebagai destinasi wisata. Lantaran anggota IAI sendiri dari berbagai kota di Jawa Timur, sementara peserta dari konfrensi ini juga dari berbagai negara.

Usai acara akbar ini, diharapkan para tamu akan bercerita akan kehangatan Kota Malang. Mereka secara tidak langsung akan bertutur ke sanak saudara di negara dan daerah masing-masing.
“Dengan demikian, melalui konfrensi internasional ini, merupakan waktu yang sangat tepat untuk membranding Kota Malang,” pungkasnya.














