SIARINDOMEDIA.COM – Ikatan Akuntan Indonesia menyelenggarakan Konferensi Internasional. Pertemuan yang diikuti beberapa negara ini bertajuk “Accounting Innovation for Global Welfare: A Blessing to The Universe”.
Menurut Ketua IAI KAPd Prof Dr Dian Agustia SE MSi Ak CA CMA, Konferensi Regional Akuntansi (KRA) X 2023 merupakan Konferensi Internasional yang memaparkan hasil riset kajian ilmiah.
Mengusung tema “Accounting Innovation for Global Welfare: A Blessing to The Universe”, acara rutin tahunan KRA ini diselenggarakan tidak hanya menggandeng beberapa perguruan tinggi di Indonesia, namun juga beberapa perguruan tinggi di luar negeri.
“Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Pendidik atau IAI KAPd,” ungkap Prof Dian, Rabu (26/07) di Hall Pertemuan Unisma.
Ketua IAI ini juga menyampaikan jika konferensi internasional ini terselenggara berkat kerjasama dengan Universitas Islam Malang sebagai host, kampus. Dengan mengusung nilai-nilai Rahmatan Lil ‘Alamin yang berlokasi di Kota Malang diharapkan hasil pertemuan para akademisi dapat menjadi berkah bagi seluruh dunia.
Dia juga berharap, konferensi Internasional KRA X Tahun 2023 akan menjadi wadah menarik bagi para akademisi dan praktisi, khususnya dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia dan luar negeri. Konferensi ini dapat menjadi ajang untuk berdiskusi tentang beragam kajian empiris maupun praktis di ranah disiplin ilmu akuntansi dan keuangan.
“Forum ini tentunya akan berperan menghasilkan berbagai insight dan solusi atas tantangan perubahan dunia,” ucapnya.

Untuk itu Panitia Konferensi Internasional KRA X Tahun 2023 mengundang para akademisi, praktisi, pengamat juga pemerhati, peneliti, dan mahasiswa untuk meneliti atau melakukan kajian dan mempresentasikan hasilnya dalam KRA X Tahun 2023.
Temuan yang dihasilkan dari penelitian atau gagasan tersebut selain akan dimuat di Jurnal yang telah bekerjasama dengan IAI KAPd, yakni Jurnal Emerald Publishing, Sinta 2, Sinta 3, Sinta 4, dan Sinta 5 juga diharapkan dapat menjadi bahan penelitian lanjutan.
“Hasilnya dapat menjadi masukan bagi pemegang kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan global,” tutupnya.














