SIARINDOMEDIA.COM – Kapolres Malang Kota memang layak menyandang sebagai Bapak disabilitas Kota Malang. Kepedulian yang tinggi terhadap kaum difabel langsung mendapat apresiasi dari pucuk pimpinan tertinggi Polri. Ia tak segan merekrut mereka agar menjadi pelecut anggota untuk lebih berkarya dalam menjalankan tugas negara.
Dituturkan oleh Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto SIK MSi, jika dirinya sejak lama memberi perhatian kepada kaum disabilitas. Meski kerap berpindah tugas, namun concernnya terhadap kaum yang dianggap minor ini tak lekang.
“Saya merasa selalu dikelilingi doa dari para kaum difable,” ungkapnya, saat menghadiri Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di kampus IKIP Budi Utomo Malang, Sabtu (22/07).
Komitmennya untuk memberdayakan para penyandang cacat ini ia realisasikan dengan merekrut empat penyandang disabilitas. Mereka diperbantukan di humas, loket SKCK dan beberapa tempat layanan lainnya.
Sebelumnya, saat menjabat menjadi Kapolres Blitar, ia bekerja sama dengan Yayasan Kinasih yang memang merupakan komunitas penyandang cacat. Lulusan Akpol tahun 2000 ini membantu dalam hal pemberdayaan ekonomi dengan membentuk sentra batik ciprat.
Mereka dengan keterbatasannya tak bisa membetik dengan motif, namun hanya bisa melukis dengan metode ciprat.
“Bahwa keterbatasan yang disandang seseorang tidak boleh mengahalanginya berkarya dan mencari rezeki,” tandasnya.
Tak hanya soal kesetaraan dalam ekonomi, Kombes Pol Budi Hermanto ini juga pernah menggelar program Blitar Berbagi Senyum. Dimana dalam program ini, memberikan pelatihan membaca Al-Quran Braille. Lantaran menurutnya harga Al-Quran sangat mahal, yakni mencapai 3 Juta.
“Kami belikan 25 Al-Quran Braile, juga kami datangkan tutor agar para penyandang tuna netra yang muslim dapat membaca Kitab suci,” urainya.

Para panyandang tuna netra ini saat mengaji Al-Quran Braile juga difasilitasi dengan diberikan penjemputan oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtimas) setempat. Bahkan saat pulangya mereka juga diantar.
Kepedulian ini kemudian dia teruskan di Polres Kota Malang, dengan memberdayakan Fani Akbar, Fatkulloh, dan Putu Ayu yang kesemuanya panyandang disabilitas. Rupanya hal ini diketahui oleh Kapolri saat berkunjung ke Malang.
“Kapolri sempat heran dan langsung mengapresiasi program ini,” tutupnya mengakhiri.














