PELATIH BURUNG MACAW SUKSES DULANG EMAS PERBAFI DI AJANG FORNAS JABAR 2023

SIARINDOMEDIA.COM – Muhammad Ikhsir, Pelatih Burung Macaw sukses mendulang emas di ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) Jabar 2023 di kategori Jeans Model induk Olahraga (Inorga) Persatuan Binaraga & Fisik Indonesia (Perbafi).

Sumbangan medali emas dari pegiat asal Kota Malang tersebut sekaligus berhasil mengantarkan Perbafi Jatim sebagai Juara Umum di ajang olahraga masyarakat tingkat nasional khusus Inorga Perbafi.

Sebelumnya, pada event olahraga masyarakat tingkat daerah (Forda) yang dihelat di Kota Malang, alumni jurusan Teknik SMKN 6 Kota Malang ini juga sempat meraih emas untuk kontingen Kota Malang.

Ikhsir mengutarakan, bahwa dirinya baru saja bergabung di organisasi binaraga ini sejak persiapan Forda Jatim pertama pada bulan Mei kemarin.

Di sisi lain, perjuangan pria yang tinggal di Bareng Kulon dalam menghadapi Fornas Jabar tahun ini cukup sentimentil. Dia rela meninggalkan aktivitas nongkrong bersama teman-temannya dan menjaga pola makan agar bisa maksimal saat berkompetisi di Bandung.

“Selama persiapan, saya menjaga pola makan, latihan disiplin dan istirahat yang cukup. Jadi untuk main atau ngopi bareng temen disampingkan dulu selama persiapan event,” kata Ikhsir.

“Karena untuk membetuk badan siap tanding di ajang binaraga atau body contest, memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan untuk diet yang ketat. Selain itu juga butuh biaya yang ekstra karena untuk membeli suplemen seperti susu, makan protein, sayur dan buah buahan,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Malang, 18 september 1993 ini mengutarakan bahwa alasannya menekuni binaraga sebab dia ingin meraih prestasi dan berkompetisi hingga level internasional seperti jejak para seniornya.

Alasannya tersebut dia junjung dengan prinsip disiplin, latihan keras dan konsisten agar bisa mendapat hasil yang maksimal.

Ikhsir berharap, ke depannya para pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) baik Kota Malang atau Jatim dapat memperhatikan atau setidaknya mengapresiasi para pegiat binaraga yang berprestasi.

“Harapan setelah mengikuti Fornas semoga KORMI Kota Malang dan Jatim bisa memperhatikan pegiat Perbafi (binaraga),” ujarnya.

“Saya sedikit iri dengan provinsi yang lain yang difasilitasi full, mulai dari akomodsi dan atribut lengkap. Cuman (pegiat) Jatim aja yang compang camping berjuang ke sana ke mari sendiri tanpa ada atribut yg sama dan perhatian dari KORMI Kota Malang dan Jatim. Namun Perbafi Jatim mampu menyumbangkan 3 medali emas di kelas berbeda dan 1 orang juara kelima,” imbuhnya.

Lebih lanjut, bagi Ikhsir, support transportasi untuk pegiat Perbafi saja tidak cukup. Sebab banyak kebutuhan yang diperlukan seperti suplemen yang tidak murah, porsi makan sehari sekitar 150 ribu hingga empat bulan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

“Mungkin bagi mereka kita tidak butuh alat olahraga seperti pegiat yang lain. Tapi biaya untuk perawatan badan, saya juga butuh biaya banyak seperti makan, suplemen dan lain-lain dan itu tidak murah. Untuk makan sehari 150 ribu kali 4 bulan itu belum termasuk untuk suplemennya,” papar Ikhsir.

“Ya semoga ke depannya bisa lebih diperhatikan. Karna kita berjuang buat Kota Malang malang dan Jawa Timur,” pungkas pria yang berhenti melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Universitas Negeri Malang (UM) karena terkendala biaya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *