SIARINDOMEDIA.COM – Tim Apatte62 Universitas Brawijaya (UB) meraih juara pada kategori Urban Concept subkategori Battery Electric Shell Eco-Marathon Asia Pasifik dan Timur Tengah. Dengan perolehan hasil 182,6 km/kWh, Apatte 62 mampu menjadi jawara di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Capaian ini dikatakan Manajer Apatte62 Team 1 Muhammad Dilan Linoval, lebih baik dari tahun sebelumnya yaitu 112,4 km/kWh. Dilan mengungkapkan kepuasannya mendapatkan peringkat pertama di sub kategori Battery Electric.
“Kami telah menyelesaikan kompetisi ini dengan cukup baik dan lancar,” ujarnya.
Tim Apatte62 Brawijaya memberangkatkan 20 mahasiswa untuk bersaing di ajang tersebut. Bersama dengan dua dosen pembimbing lapangan, yaitu Waru Djuriatno, S.T., M.T dan Prof. Dr. Eng. Ir. Denny Widhiyanuriyawan, S.T., M.T.
Apatte62 bersaing dengan 80 tim dari 14 negara di kawasan Asia dan Timur Tengah.

Tahun ini, lebih dari 50 tim peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi ini terdiri dari dua kategori, yakni Urban Concept (Battery Electric, Internal Combustion Engine, dan Hydrogen Fuel Cell) dan Prototype (Electric, Hydrogen, dan ICE).
Posisi Apatte62 di subkategori ini mengungguli dua universitas dari Indonesia yakni Universitas Indonesia (Arjuna) dengan hasil 171,6 km/kWh. Sedangkan di posisi selanjutnya Universitas Negeri Jember (Titen) dengan perolehan 115,0 km/kWh.
Sayangnya Tim Apatte62 Brawijaya tidak dapat melanjutkan ke kejuaraan tingkat dunia, yaitu Shell Eco Marathon World Championship yang diadakan di India dikarenakan pada saat penyisihan race regional championship, mobil Tim Apatte62 Brawijaya team 1 mengalami masalah.














