22 RSI NU Kawal Kesehatan Muktamar ke-35 Tambakberas

SIARINDOMEDIA.COM-Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 dipastikan mendapat dukungan penuh dari tim kesehatan.

Tim medis dari 22 Rumah Sakit Islam (RSI) yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (ARSINU) akan diterjunkan untuk mendukung penyelenggaraan muktamar. Mereka bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada para muktamirin selama kegiatan berlangsung.

Selama bertugas, mereka akan dibagi ke dalam 22 tim medis. Setiap tim terdiri atas satu dokter, dua perawat, satu pengemudi ambulans, dan satu unit ambulans.

“Insya Allah dalam Muktamar NU kami dari tim RSI akan mendelegasikan dokter dan tim medis dari 22 rumah sakit,” ujar Ketua Lembaga Kesehatan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (LKPWNU) Jawa Timur, dr. Ahmad Lathifi, Rabu (5/8).

Puluhan RSI tersebut di antaranya RS NU Jombang, RSI Sakinah Mojokerto, RS Hasyim Asy’ari Jombang, RS Siti Hajar, RS Unisma Malang, RS Unipdu Jombang, RS Lirboyo Kediri, RS Darus Syifa Surabaya, dan RS NU Pasuruan.

Selain itu, Lathifi menuturkan keterlibatan ARSINU dalam pelaksanaan muktamar bertujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada para muktamirin. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 3.370 orang.

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, perawatan, hingga penanganan kondisi darurat.

Sementara itu, Direktur RSI Sakinah Mojokerto tersebut menjelaskan bahwa LKPWNU Jawa Timur telah membentuk 22 tim kesehatan. Langkah itu dilakukan untuk mempermudah pelayanan selama muktamar.

Setiap tim terdiri atas satu dokter, dua perawat, satu pengemudi ambulans, serta dilengkapi satu unit ambulans. Masing-masing tim akan bertugas di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas selama lima hari pelaksanaan muktamar.

“Satu tim terdiri dari satu dokter, dua orang perawat, dan driver ambulans,” imbuhnya.

Selanjutnya, tim medis dari puluhan RSI tersebut telah menjalin koordinasi dengan panitia lokal (panlok) muktamar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Koordinasi tersebut mencakup aspek teknis pelayanan kesehatan, penentuan titik layanan medis, hingga penyediaan kebutuhan obat-obatan.

“Penugasan tim medis akan dimulai sejak pembukaan muktamar pada Kamis, 27 Agustus mendatang. Untuk mempermudah pelaksanaan tugas, kami telah menyusun jadwal dan menentukan titik pelayanan kesehatan,” paparnya.

Adapun berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) bersama panlok muktamar dan Dinkes Kabupaten Jombang sebagai pengendali, tim medis akan ditempatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang atau MAN Tambakberas.

Selain berada di kawasan utama lingkungan pesantren, lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis. Lokasinya juga mudah dijangkau oleh para muktamirin maupun Nahdliyin yang hadir selama pelaksanaan muktamar.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan diharapkan dapat berjalan optimal selama Muktamar ke-35 NU berlangsung.

“Artinya, setiap hari rata-rata ada empat rumah sakit yang bersiaga memberikan pelayanan kesehatan. Penugasan dilakukan secara bergiliran hingga muktamar berakhir pada Senin, 31 Agustus,” pungkas Lathifi.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *