SIARINDOMEDIA – Siapa yang melek terhadap teknologi, mereka yang akan menjadi “pemenang”. Sebaliknya, mereka yang melawan teknologi, bisa dipastikan akan tertinggal oleg zaman. Begitu pula dengan keterampilan atau komptensi para guru di sekolah, saat ini dituntut mampu menguasai, minimal mengikuti teknologi. Salah satunya adalah memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Dengan hadirnya AI, ada banyak hal yang menjadi lebih mudah bagi para guru. Salah satunya menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, efisien, dan adaptif.
Karena itu, tim Pengabdian Universitas Negeri Malang menggelar pelatihan AI kepada para guru di kampus UM, pekan lalu. Pelatihan ini lebih fokus pada pemanfaatkan alat evaluasi berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI) guna menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelatihan ini juga untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

“Materi sangat bagus dan menarik, pelatihan ini membantu kami sebagai guru dalam memahami deep learning, dan juga pemanfaatan teknologi untuk membuat evaluasi pembelajaran menjadi lebih menarik. Harapannya, kegiatan pelatihan pemanfaatan AI semacam ini dapat dilakukan berkelanjutan, mengingat sudah masuk era AI.” ujar salah satu peserta pelatihan. (Sheila)












