SIARINDOMEDIA.COM – Warga di salah satu desa di Lampung Timur dikejutkan oleh kemunculan seekor gajah liar yang masuk ke area pemukiman belum lama ini. Gajah tersebut diduga mengamuk setelah merasa terusik karena jalur lintasannya yang merupakan bagian dari wilayah jelajah alaminya, kini terganggu oleh aktivitas manusia.
Peristiwa ini terjadi pada malam hari ketika warga tengah beristirahat. Gajah liar yang berasal dari kawasan hutan register di sekitar wilayah Taman Nasional Way Kambas itu tiba-tiba muncul dan merusak sejumlah tanaman warga, pagar rumah, serta bangunan kecil di sekitar kebun, bahkan ada satu korban jiwa.

Kesaksian Warga
Menurut kesaksian warga, ini bukan kali pertama hewan berbadan besar itu mendatangi permukiman.
“Dulu pernah juga, tapi tidak sampai merusak. Sekarang malah sampai merobohkan pagar dan ada korban yang meninggal dunia,” ujar Veri, salah satu warga yang terdampak.
Pihak Balai Taman Nasional Way Kambas dan petugas BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Lampung Timur langsung turun ke lokasi untuk melakukan penghalauan terhadap gajah tersebut. Mereka memperkirakan bahwa gajah itu melintasi jalur tradisional yang sudah lama menjadi rute migrasinya, sebelum wilayah itu mulai padat penduduk dan banyak dijadikan lahan pertanian.
“Gajah itu hewan yang memiliki jalur lintasan alami. Kalo jalurnya terganggu atau dibangun permukiman, mereka tetap akan berusaha melaluinya karena itu sudah terekam dalam pola pergerakan mereka,” tambah pria 21 tahun itu..
Beberapa warga mengalami kerugian materi akibat rusaknya tanaman dan bangunan. Petugas masih terus memantau pergerakan gajah tersebut agar tidak kembali ke kawasan pemukiman.
Pemerintah daerah setempat melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Lampung Timur mengimbau warga yang tinggal dekat kawasan hutan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat membahayakan satwa maupun diri mereka sendiri.
Insiden ini kembali membuka wacana tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi satwa liar dan ekspansi permukiman manusia.
Gajah Sumatera merupakan salah satu satwa langka yang dilindungi oleh undang-undang. Konflik antara manusia dan gajah yang terus terjadi menjadi pengingat bahwa pembangunan perlu memperhatikan jalur hidup satwa liar yang telah ada jauh sebelum pemukiman berdiri.
Upaya jangka panjang kini tengah dirancang oleh pihak Taman Nasional bersama pemerintah daerah yaitu membentuk koridor satwa dan pagar pembatas yang dapat meminimalisasi interaksi langsung antara gajah dan warga.














