SIARINDOMEDIA.COM – Ngelencer merupakan tradisi berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga, yang rutin dilakukan masyarakat Dusun Semanding, Kabupaten Blitar, selama Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung tali silaturahmi antar keluarga maupun tetangga.
Ngelencer telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat sejak lama. Tradisi tersebut biasanya dibarengi dengan saling meminta maaf dan memaafkan. Kinan, salah satu warga Dusun Semanding mengungkapkan, biasanya di hari pertama Lebaran, mereka berkunjung ke rumah kerabat yang lebih tua.
“Biasanya itu, yang pertama ke rumah orang tua, lalu kakek atau nenek yang tertua dulu, setelahnya kerabat keluarga. Karena salah satu adab yang lebih muda ke yang lebih tua, buat menghormati lah istilahnya,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menambahkan khusus kunjungan tetangga biasanya di lakukan saat malam hari.
“Kalau saya biasanya ya malam, biasanya mereka siangnya juga ke rumah keluarganya dulu, kalo malam kan pasti banyak yang di rumahnya,” imbuhnya.

Tidak hanya berkunjung saja, setiap rumah di Dusun Semanding juga menyediakan makanan ringan seperti camilan dan minuman. Juga makanan khas yang dibuat sendiri untuk para tamu yang berkunjung.
Nita, salah satu warga Dusun Semanding mengungkapkan dia membuat sendiri beberapa jajanan kering seperti nastar.
“Tahun ini nggak sempet bikin banyak-banyak, pesenan banyak, tapi kalo bisa harus buat, masa jualan jajan, yang jualan nggak buat,” ucapnya.
Momen yang Disukai Anak-Anak
Selain sebagai momen silaturahmi, kegiatan Ngelencer juga disukai anak-anak. Karena mereka bisa mendapatkan uang saku dari keluarga dan tetangga yang dikunjungi.
Terlepas dari itu semua, tujuan utama Ngelencer sendiri adalah momen untuk mempererat silaturahmi antar keluarga dan tetangga.
Tradisi ini tidak hanya di Dusun Semanding saja, sebagian besar warga Blitar juga melakukan tradisi serupa.
Menariknya, meskipun tradisi ini dilakukan oleh Umat Muslim, anggota keluarga non-Muslim pun ikut membantu merayakan momen Idul Fitri ini. Menunjukkan kerukunan dan toleransi dalam kebersamaan. Dengan demikian, Ngelencer menjadi simbol dari persatuan dalam keragaman di masyarakat setempat.












