SIARINDOMEDIA.COM – Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jairo Riedewald akhirnya bisa bernafas lega karena lolos dari sanksi berat usai memukul pemain STVV.
Melansir dari laman Gazet van Antwerpen, pemain tersebut hanya dijatuhi sanksi larangan bermain di dua pertandingan. Sanksi dijatuhkan oleh komite disiplin (Komdis) federasi sepakbola Belgia (RBFA).
Keputusan tersebut tentunya lebih ringan daripada pengajuan yang diberikan oleh kantor kejaksaan RBFA.
Bagaimana awal mula sanksi tersebut bisa diberikan kepada calon pemain naturalisasi tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.
Awal Mula Konflik Terjadi
Pada masa injury time, Riedewald diusir keluar dari lapangan dan diganjar kartu merah saat Royal Antwerp bermain imbang menghadapi STVV dengan skor 1-1.
Kantor kejaksaan RBFA memberikan saran agar Riedewald diberikan hukuman larangan tampil selama tiga laga.
Tetapi Antwerp keberatan atas saran yang dikeluarkan oleh RBFA dengan alasan pukulan yang dilakukan pemain tersebut dianggap tidak terlalu kuat.
Antwerp dapat mengajukan banding terkait keputusan yang diberikan Komdis, meskipun sulit untuk terealisasikan.
Tetapi berdasarkan sanksi yang sudah dijatuhkan, Riedewald akan absen saat Antwerp berhadapan dengan Brugge, pada Minggu (2/2/2025) malam WIB.
Selain itu, dia juga diprediksi akan absen saat timnya menjamu Anderlecht dalam leg kedua semi-final Coupe de Belgique, pada Jumat (7/2/2025) dini hari WIB.
Proses Naturalisasi Timnas Indonesia
Patrick Kluivert mengungkapkan Riedewald dipastikan menjadi salah satu calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia terbaru.
Patrick Kluivert menjelaskan proses naturalisasi yang dijalani oleh Riedewald diharapkan bisa selesai sebelum lanjutan putaran ke-3 kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk zona Asia pada Maret 2025 mendatang.












