BARANG ANTIK MASIH DIBURU, TOKO PRAYIT DI PASAR COMBORAN JADI TEMPAT FAVORIT KOLEKTOR

SIARINDOMEDIA.COM – Barang antik terus menunjukkan pesonanya meski zaman semakin modern. Salah satu tempat yang menjadi surga bagi pecinta barang antik di Malang adalah toko milik Prayit, seorang pedagang yang sudah 20 tahun berjualan di Pasar Comboran.

Toko Prayit menawarkan berbagai barang antik yang menarik perhatian pembeli, mulai dari guci, gelas, patung kecil, uang logam dari berbagai negara, televisi tabung tahun 80-an, hingga kamera pocket analog.

Semua barang ini didapatkan Prayit dari sejumlah kolektor untuk kemudian dijual kembali.

“Meskipun sekarang sudah modern seperti ini, masih banyak orang yang mencari barang antik seperti ini. Barang-barang ini punya keunikan dan nilai sejarah yang tidak bisa ditemukan pada barang baru,” ujar Prayit saat ditemui di tokonya.

Menurutnya, pembeli barang antik berasal dari berbagai kalangan, baik kolektor serius maupun masyarakat umum yang sekadar ingin menjadikannya sebagai pajangan.

Yoga, salah satu kolektor barang antik yang kerap berkunjung ke toko Prayit, mengaku menggemari barang antik karena nilai estetikanya.

“Saya suka membeli barang antik untuk pajangan di rumah. Barang-barang seperti ini punya estetika tersendiri dan terasa lebih berkarakter dibandingkan dengan barang modern,” ungkapnya.

VINTAGE. Beberapa barang antik yang di jual di toko Prayit. Foto: Maftuh

Bagi Yoga, barang antik seperti televisi tabung dan kamera analog tidak hanya menjadi dekorasi, tetapi juga menyimpan cerita dan nostalgia masa lalu.

“Setiap barang punya sejarah, dan itu yang membuat saya tertarik. Ada kenangan yang tersimpan di balik barang-barang ini,” tambahnya.

Pasar Comboran sendiri dikenal sebagai pusat barang antik di Malang.

Meski dikelilingi oleh modernisasi, pasar ini tetap ramai dikunjungi oleh pembeli yang ingin mencari barang-barang unik dengan nilai seni tinggi.

Prayit berharap minat masyarakat terhadap barang antik tetap bertahan.

“Semoga barang-barang ini terus diminati, karena selain punya nilai seni, mereka juga menyimpan sejarah yang patut dihargai,” tutupnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *