JELANG UNBK, SISWA MI AL -HASIB PAKIS GELAR ZIARAH KE MAKAM LELUHUR DAN MUASIS

SIARINDOMEDIA.COM – Jelang pelaksanaan Ujian Nasional dan sebelum melaksanakan ziarah wali. Siswa kelas 6 MI Al-Hasib yang berada di Dusun Trajeng, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Melaksanakan kegiatan ziarah ke makam leluhur dan muasis yang berada di sekitar lingkungan sekolah pada Sabtu (25/01/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memohon doa restu kepada para leluhur sekaligus membangun kesadaran spiritual di kalangan siswa.

Ziarah diawali dengan pembacaan doa bersama di halaman madrasah. Kemudian siswa, didampingi para guru berjalan menuju makam yang letaknya tidak jauh dari sekolah.

Setibanya di makam, mereka menggelar tahlil, membaca Yasin, dan melakukan tabur bunga sebagai simbol penghormatan.

TOKOH BABAT ALAS. Makam Raden Mas Hadi Panotogonidenengrat dan Raden Ajeng putri nengrum larasati. Foto: Melda

Ziarah Makam

Tiga makam yang dikunjungi para siswa yaitu makam Mbah kyai Hasib selaku pemuka agama Dusun Trajeng, makam Mbah yai Muhammad selaku pemuka agama sekaligus pendiri Masjid As- Syafi’iyah yang berada di Dusun Trajeng.

Terakhir ke makam Raden Mas Hadi Panotogonidenengrat atau dikenal oleh masyarakat sekitar dengan Mbah Surginingrat dan Raden Ajeng Putri Nengrum Larasati, selaku tokoh yang babat alas Dusun Trajeng Desa Pakisjajar Kecamatan Pakis.

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Nidhom,S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam bagi para siswa.

“Ziarah ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada para leluhur, tapi juga sebagai pengingat bahwa segala upaya harus diawali dengan doa dan tawakal kepada Allah. Kami ingin siswa menghadapi ujian dengan hati yang tenang,” ujarnya.

Selain meningkatkan spiritualitas, kegiatan ini juga bertujuan mengenalkan sejarah lokal kepada siswa.

MBAH YAI MUHAMMAD. Tokoh agama dan pendiri Masjid As- Syafi’iyah. Foto: Melda

Guru pembimbing Rodliyatul Ulum, S.Pd.i menambahkan bahwa makam leluhur yang diziarahi memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin siswa memahami bahwa mereka bagian dari sejarah yang harus dijaga dan dihormati,” jelasnya.

Para guru berharap tradisi seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *