Santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung. Menjalani jadwal harian yang terorganisasi dengan baik.
Kegiatan dimulai sejak dini hari dengan salat Subuh berjamaah, diikuti dengan pengajian Madrasatul Qur’an dan kajian kitab Shohih Muslim.
Usai kegiatan pagi, para santri bersiap mengikuti pelajaran di sekolah formal. Sepulang sekolah, mereka melaksanakan salat Zuhur berjamaah, kemudian beristirahat hingga waktu salat Asar.
Setelah Asar, agenda dilanjutkan dengan pengajian tafsir Jalalain, pembacaan surat Al-Waqiah, dan Maulid Diba’.
Menjelang malam, santri melaksanakan salat Magrib berjamaah dan mengikuti sorogan atau pembacaan kitab kuning sesuai jenjang masing-masing.
Pada malam hari, kegiatan berlanjut dengan Madrasah Diniyah di mulai pukul 18.30 hingga pukul 20.00 WIB, yang kemudian diikuti salat Isya berjamaah.
Setelah itu, para santri mempelajari kitab seperti Ta’lim Muta’alim, Jurumiyah, dan Sulam Safinah. Sebelum tidur, mereka menyempatkan diri untuk mengulang pelajaran dari Madrasah Diniyah.
Di luar aktivitas keagamaan, santri turut aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian, seperti membantu pekerjaan pertanian dan proyek pembangunan di sekitar pesantren.

Semangat ini sejalan dengan ajaran Qodli Imam Fakhruddin Al-Arsyabandiy, yang menekankan pentingnya keberkahan ilmu melalui penghormatan dan pengabdian kepada guru.
Salah satu santri, Ulin, mengungkapkan bahwa ia menikmati kegiatan di luar pengajian yang padat, seperti merawat sawah, memandikan burung, dan memasak nasi.
“Hal ini membuat saya lebih mandiri dan merasa betah tinggal di pesantren,” ujarnya.
Rutinitas yang penuh kesibukan ini mencerminkan dedikasi para santri dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan pengabdian serta pembelajaran praktis dalam keseharian mereka.














