NGADI, PENJUAL ES PUTER ASAL MALANG YANG BERTAHAN SEJAK 1983

SIARINDOMEDIA.COM- Sosok Ngadi, penjual es puter asal Malang, menjadi bukti nyata bahwa usaha tradisional dapat bertahan di tengah perkembangan jaman. Pria ini setia menjajakan dagangannya sejak tahun 1983.

Di kalangan warga Kemantren dan Sukolilo Kecamatan Jabung, es puternya dikenal dengan sebutan ‘es tung tung’, merujuk pada bunyi khas yang dihasilkan saat Ngadi memukul lonceng kecil di gerobaknya.

Pada awal usahanya, Ngadi hanya menggunakan gerobak dorong sederhana untuk berjualan keliling. Namun, seiring bertambahnya usia dan mengurangi rasa lelah, dia menambahkan sepeda pada gerobaknya.

“Kalau dulu dorong gerobak terus, sekarang lebih mudah karena pakai sepeda. Jadi nggak terlalu capek,” ujar Ngadi dengan senyum khasnya.

Ngadi memiliki jadwal berkeliling yang tertata rapi. Menjual es puternya di wilayah Kemantren dan Sukolilo, dari pasar-pasar tradisional hingga ke sekolah.

Rutinitasnya yang terorganisir memudahkan pelanggan setia untuk menanti kehadirannya di tempat yang sudah dijadwalkan.

Tak disangka, dari usaha sederhana ini, Ngadi mampu meraih omzet hingga Rp5 juta per minggu. Rahasianya adalah menjaga rasa dan kualitas es puter tradisionalnya.

“Es saya dibuat sendiri, dari bahan-bahan alami. Pelanggan bilang rasanya khas dan tidak berubah sejak dulu,” tambahnya.

Es Puter dengan Beragam  Varian

Es puter buatan Ngadi memiliki rasa autentik dengan varian kelapa, cokelat, dan kacang hijau yang menjadi favorit.

Dengan harga yang terjangkau, es tung tung ini menjadi pilihan bagi anak-anak hingga orang dewasa yang ingin menikmati nostalgia kuliner.

Bagi pelanggan setianya, Ngadi bukan sekadar penjual es puter melainkan bagian dari kenangan masa kecil mereka.

“Kalau dengar bunyi ‘tung tung’, langsung tahu kalau Pak Ngadi sudah datang. Esnya enak banget, bikin kangen,” ujar Siti (35), salah satu pelanggan setia.

DISUKAI WARGA. Ngadi sedang membuatkan pesanan es puter pembeli. Foto: Helfi

Ngadi berharap usahanya ini bisa terus bertahan di tengah persaingan modern.

“Selama badan masih kuat, saya ingin terus jualan. Ini bukan cuma pekerjaan, tapi sudah jadi bagian hidup saya,” tutup Ngadi.

Keuletan dan dedikasi Ngadi selama lebih dari 40 tahun menekuni profesinya, menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dengan menjaga tradisi, dia tidak hanya meraih sukses tetapi juga membawa kebahagiaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Follow Berita & Artikel Siarindo Media di Google News

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *